Awas Biden Murka, Iran Luncurkan Misi Antariksa Misterius

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 December 2021 19:49
This picture released by the official website of the Iranian Defense Ministry on Monday, Feb. 1, 2021, shows Iran's newest satellite-carrier rocket, called

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengumumkan melakukan peluncuran misi luar angkasa baru pada Kamis waktu setempat. Namun aktivitas ini bersifat misterius.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Ahmad Hosseini menjelaskan soal adanya tiga kargo penelitian yang lepas landas dari Bumi. Namun dia tak merinci sifat penelitian tersebut.

"Peluncur satelit Simorgh membawa tiga kargo penelitian ke luar angkasa," ungkapnya, dikutip AFP, Kamis (30/12/2021). "Tujuan penelitian yang diramalkan untuk peluncuran telah tercapai".


Peluncuran hari ini nampaknya bisa membuat jengah negara-negara Barat. Sebab di tengah pembicaraan sulit menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Perjanjian itu ditinggalkan Amerika Serikat (AS) dan menerapkan sanksi, mendorong Iran meningkatkan kegiatan nuklir yang sebelumnya dibatasi.

Di bulan Februari lalu, Iran mengumumkan keberhasilan uji coba peluncur satelit. Peluncur itu menggunakan bahan bakar padat paling kuat saat ini, Zoljanah.

Kendaraan peluncur tersebut diklaim dapat mengangkut muatan mencapai 220 kilo ke orbit.

Sementara itu Amerika Serikat (AS) buka suara soal peluncuran antariksa AS. Menurut negara tersebut, uji coba itu bisa meningkatkan teknologi rudal balistik Iran. Di saat kedua negara sedang kembali ke jalur diplomasi.

Sebelumnya pada April 2020, Iran berhasil meletakkan satelit militer pertama ke orbit. Negara itu mendapatkan teguran langsung dari Washington.

Pemerintah itu menyuarakan kekhawatirannya, karena sistem peluncuran satelit menggabungkan teknologi yang bisa ditukar dengan yang dipergunakan dalam rudal balistik. Dengan begitu mampu mengirimkan hulu ledak nuklir.

Sedangkan Iran menyangkal tudingan itu. Iran menegaskan program antariksanya untuk tujuan sipil dan pertahanan, serta tidak melanggar kesepakatan nuklir ataupun perjanjian internasional lain.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Cuma RI, Corona Juga Menggila di Iran


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading