Xiaomi, Vivo & Samsung Terjungkal, Ini Raja Ponsel Baru RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 December 2021 11:25
Toko Elektronik HP (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - OPPO berhasil vendor smartphone terbesar dari sisi pengiriman (shipment) pada kuartal III-2021. Ini merupakan hasil riset IDC Quarterly Mobile Phone Tracker. Pada kuartal II-2021 posisi ini dipegang oleh Xiaomi.

Dalam penjelasannya, IDC menyebut jika Oppo berada di posisi teratas dengan menjaga persediaan yang relatif stabil, meskipun di sisi lain juga mengalami kekurangan pasokan. Perusahaan juga masih memimpin di pasar low-end (US$100 < US$200 atau Rp 1,4 juta < Rp 2,8 juta), dan menjadi penyumbang besar sebagian besar pengiriman.

"Vivo berhasil naik ke peringkat kedua sebab mampu meningkatkan penjualan offline dan mempertahankan persediaan. Vivo bisamasuk ke segmen ultra low-end karena Y1S turun hingga di bawah US$100 serta mengambil peringkat kedua pada segmen low-end dengan seri Y," jelas IDC, dikutip Rabu (29/12/2021).


Sementara itu Xiaomi berada di peringkat ketiga, yang disebut karena adanya kendala pasokan dan persediaan yang ketat. Namun Xiaomi masih memimpin untuk segmen kelas menengah (US$200 < US$400 atau Rp 2,8 juta < Rp 5,7 juta).

Samsung ada di ranking keempat karena penurunan pengiriman disebabkan penutupan ritel oleh lockdown, di sisi lain seri ponsel lipatnya tampil dengan baik. Realme menutup lima besar, dengan tetap mempertahankan jumlah pengiriman walaupun ada kekhawatiran soal kekurangan pasokan.

"Realme mampu menjaga momentum dengan menyegarkan beberapa model seri C dengan prosesor baru yang memiliki pasokan relatif stabil," ungkap IDC.

IDC mencatat pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal III-2021 mengalami penurunan sebanyak 12,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlahnya mencapai 9,2 juta unit pada kuartal III tahun 2021 dimana ada masalah gangguan kanal dan kesulitan pada penawaran.

Gelombang kedua Covid-19 yang mengalami puncak pada Juli 2021, membuat pemerintah memperketat aturan dan ini berlangsung pada sebagian besar kuartal III. Hal tersebut menyebabkan penutupan ritel berdampak pada Jawa dan Bali serta beberapa hotspot lain.

"Vendor menjadi strategis menghadapi situasi pasokan yang sulit, dengan beberapa vendor memilih untuk mengganti atau tidak merilis model yang memiliki lebih banyak kendala pasokan," kata Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.

"Beberapa vendor mulai mengeksplorasi cara lain seperti meninjau kembali strategi distribusi untuk menjaga harga tetap terkendali".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siapa Raja Baru HP RI yang Singkirkan Vivo, Oppo & Samsung?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading