Bukan RI, Negara Ini Rajanya Startup Unicorn Asia Tenggara

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 December 2021 15:30
TANPA INDONESIA 3 STARTUP INI TIDAK JADI UNICORN

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal jumlah startup unicorn atau bervaluasi di atas US$1 miliar. Negara kota Singapura kini memiliki lebih dari 10 startup unicorn.

Informasi saja, startup unicorn berkaitan dengan valuasi perusahaan dan perkiraan masa depan perusahaan. Penilaian ini tidak berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan sebab banyak startup unicorn masih merugi atau belum menghasilkan profit.

Startup unicorn terbaru Indonesia adalah Kopi Kenangan, penyedia minuman kopi kekinian. Manajemen mengklaim memiliki vauasi US$1 miliar setelah mendapat suntikan dana sebesar US$96 juta dalam putaran pendanaan Seri C tahap pertama.


Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Tybourne Capital Management dan diikuti sejumlah investor eksisting seperti Horizons Ventures, Kunlun dan B Capital. Ada juga investor baru Falcon Edge Capital, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (28/12/2021).

Dengan masuknya Kopi Kenangan maka Indonesia memiliki 9 startup Unicorn. Berikut daftarnya:

  1. Gojek
  2. Tokopedia
  3. J&T Express
  4. Traveloka
  5. OVO
  6. Bukalapak
  7. Xendit
  8. Ajaib
  9. Kopi Kenangan

Meski begitu Indonesia belum bisa mengalahkan Singapura dalam hal jumlah startup unicorn. CBInsight menghitung Singapura memiliki 11 startup unicorn di luar Grab Holdings.

  1. Hyalroute
  2. Advance Intelligence Group
  3. Trax
  4. Carousell
  5. PatSnap
  6. Moglix
  7. Matrixport
  8.  Carro
  9. Bolttech
  10. NIUM
  11. Ninja Van

Adapun Malaysia baru memiliki satu startup unicorn bernama Carsome. Thailand memiliki dua startup unicorn bernama Flash Express dan Ascend Money. Filipina memiliki dua bernama Mynt dan Revolution Precrafted.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mendag Pamer RI Punya Startup Unicorn Terbanyak di ASEAN


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading