Wajib Tahu! Ini Risiko Besar Nekat Tak Bayar Utang Pinjol

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 December 2021 08:55
Infografis/Mulai Bunga Tinggi sampai data pribadi disebar luaskan, ini Ciri-ciri pinjol ilegal/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pinjaman online (Pinjol) mungkin jadi salah satu pilihan masyarakat saat ini untuk melakukan pinjaman. Namun ada juga yang harus terjerat dengan kasus pinjol ilegal.

Layanan pinjol sebenarnya sangat mudah digunakan, bahkan syaratnya tak sesulit dibandingkan bank atau koperasi. Prosesnya juga kurang dari 24 jam hingga dana pinjaman cair.

Namun perlu diingat menggunakan layanan itu dengan benar. Menurut sejumlah perencana keuangan, seperti yang dirangkum CNBC Indonesia, masyarakat sebaiknya meminjam tidak lebih dari 30% gaji bulanan dengan begitu membuatnya jadi mudah untuk melunasinya.


Hal lain yang perlu diperhatikan ada suku bunga pinjol yang cenderung lebih tinggi serta tenor cicilan yang lebih ringkas. Artinya ini berisiko terjebak utang besar dan tidak mampu membayar.

Sebagai catatan juga, untuk tetap membayar seluruh pinjaman. Jika tidak ada banyak risiko yang harus ditanggung nasabah tersebut.

Ini risiko tidak membayar utang di pinjol resmi OJK dirangkum dari sejumlah keterangan OJK dan Satgas Waspada Investasi (SWI):

1. Masuk Blacklist SLIK OJK

Saat mengajukan pinjaman, masyarakat akan diminta melampirkan sejumlah data pribadi. Misalnya data KTP, KK, NPWP, akun internet banking, serta slip gaji.

Dengan begitu perusahaan fintech dapat mengetahui identitas diri nasabah, seperti nama lengkap, alamat rumah, pekerjaan, alamat kantor, nomor kontak dan orang terdekat.

Jika tidak mampu melunasi pinjaman, data pribadi masyarakat akan dilaporkan ke OJK serta masuk daftar hitam. Ini berasal dari BI Checking ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK OJK).

SLIK merupakan informasi soal riwayat debitur bank dan lembaga keuangan lain. Khususnya mengenai informasi soal status apakah pembayaran kredit nasabah lancar atau tidak.

Catatan itu dikumpulkan dari hasil pertukaran antar bank dan lembaga keuangan, berisi identitas debitur, agunan, pemilik, dan pengurus yang menjadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, riwayat pembayaran cicilan kredit, dan kredit macet.

Jika masuk ke daftar hitam, maka akan membuat tidak bisa lagi mengajukan bantuan keuangan dari lembaga keuangan. Pastikan skor kredit selalu positif, caranya dengan membayar tagihan tepat waktu.

2. Denda dan Bunga Menumpuk

Masalah kedua adalah denda akan terus menumpuk dan membuat jumlah utang makin banyak jika telat membayar pinjaman. Pada akhirnya bisa membuat semakin sulit dilunasi.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah pengajuan keringanan bunga atau memperpanjang tenor. Dengan begitu membuat nominal cicilan menjadi terjangkau serta bisa dilunasi.

3. Debt Collector

Untuk orang yang mangkir membayar terdapat prosedur ketat namun teratur yang ditetapkan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Di awal akan diingatkan melalui SMS, email dan telepon. Jika tetap tidak membayar maka tim collection melakukan penagihan ke rumah pinjaman atau menghubungi orang terdekat.

Jika ini terjadi maka akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ini bakal terjadi pada Anda dan orang sekitar.

Menurut pihak OJK, penagihan dilakukan maksimal 90 hari dengan denda dibebankan maksimal 100% dari total pokok pinjaman.

Jika Kesulitan Bayar Pinjol Apa yang Harus Dilakukan?

Namun sebenarnya risiko ini bisa dicegah. Menurut Sunu Widyatmoko, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), organisasi yang menaungi pinjol resmi OJK, jika masyarakat yang tidak membayar karena satu alasan bisa mengajukan kapan bisa membayar. Dengan begitu dapat memperbaiki rekam jejak pada layanan pinjaman keuangan.

"Apabila tidak membayar karena misalkan lost of income, gaji yang ditunda, untuk memperbaiki rekam jejak, Anda harus menyampaikan kapan bisa membayar (kepada pinjol)," kata Sunu beberapa waktu lalu, dikutip Selasa (28/10/2021).

Dia menjelaskan meminjam melalui fintech, rekam jejak pengguna tak akan terhapus. Jadi jika membayar tepat waktu akan terbentuk kredit skoring yang baik, dan akan dianggap sebagai risiko rendah serta kemungkinan bunga akan turun juga.

"Tidak membayar (utang ke pinjol) Bisa membuat Anda tidak bisa mendapatkan pinjaman dari perbankan atau finance," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Daftar Terbaru Pinjol Resmi OJK 2021, Lainnya Ilegal & Bodong


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading