Begini Serunya Pengalaman di Jenius Co.Creation Week 2021

Tech - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
24 December 2021 16:29
Aktivitas Jenius Co.Creation Week 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi memaksa banyak perubahan dalam kehidupan manusia, terutama dalam dunia digital. Tidak terkecuali untuk mempelajari hal baru dan mencari hiburan tanpa perlu keluar rumah.

Hal ini juga dirasakan Irfan Nur Ilham, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan adanya berbagai pembatasan mobilitas, dia pun harus merasakan bekerja dari rumah dan sesekali bekerja di kantor. Rutinitasnya pun berbeda dengan masa sebelum pandemi, dia harus menyesuaikan berbagai kebiasaan melalui layanan digital.

"Apalagi pada masa awal pandemi, banyak yang tersendat karena belum terbiasa soal pekerjaan dan juga pertemanan, semuanya jadi serba digital dan online," ungkap Irfan, yang sudah bergabung dengan Jenius dari Bank BTPN semenjak medio 2016-2017.


Setelah 1,5 tahun pandemi berlangsung, Irfan pun mengapresiasi berbagai inovasi yang muncul di sekitarnya dan memberikan kemudahan. Salah satunya yakni, 'rekreasi digital' yang dihadirkan oleh Jenius melalui Co.Creation Week 2021 dengan tema Re.Creation (re-kreasi sambil rekreasi).

Dia menceritakan pengalamannya mengikuti Jenius Co.Creation Week 2021 yang menghadirkan berbagai narasumber menarik yang bisa memberikan inspirasi sekaligus menghibur. Irfan pun mengikuti sesi Proud Indonesian: What Is Your Endgame? pada Rabu (8/12/2021) bersama Menteri Perdagangan periode 2011-2014, sekaligus pembawa siniar (podcast) Endgame, Gita Wirjawan.

"Saya suka dan ngefans dengan Pak Gita, mantan menteri yang pintar sekali, ternyata banyak hal baru yang saya dapat di Jenius Co.Creation Week 2021 dan sangat inspiratif," kata Irfan.

Dari percakapan Gita Wirjawan di Jenius Co.Creation Week 2021, salah satu hal yang dipetik oleh Irfan adalah untuk jangan takut mencoba hal baru. Menurutnya bahkan seorang Gita Wirjawan ternyata banyak mencoba hal baru dan harus melewatinya dengan jatuh-bangun untuk sampai di titik ini.

Bukan cuma puas dengan Jenius Co.Creation Week, gaya hidup serba digital juga membawanya mengenal fitur-fitur Jenius lebih jauh. Dia mengatakan telah menggunakan Jenius selama hampir lima tahun dan terbantu dengan fitur-fitur yang diberikan oleh Jenius. Contohnya, fitur Split Bill, belanja online serta top up uang digital semakin mudah.

"Awal-awal pakai, saya juga bergabung dengan Grup WhatsApp yang bahas fitur-fitur dan itu sangat membantu. Tidak usah ragu pakai Jenius, berguna dan sampai sejauh ini saya pun merasa aman. Fitur yang dimiliki juga tidak kalah dengan bank digital pendatang baru saat ini," kata Irfan.

Terdapat banyak rangkaian acara dalam Jenius Co.Creation Week 2021 yang dapat memberi inspirasi kepada para pesertanya, mulai dari conference, talks, kompetisi, hingga lokakarya finansial.

Acara yang diselenggarakan pada 6-10 Desember 2021 yang lalu ini digelar untuk mengajak masyarakat Indonesia berekreasi menikmati beragam acara dan konten inspiratif yang dapat menjadi penyegaran dari rutinitas sehari-hari, salah satunya melalui rangkaian acara Jenius Conference dan Jenius Talks yang dijalankan secara hybrid, yaitu kombinasi daring dan luring, di Bali dan Yogyakarta.

Born Activist: Dealing with the Eco-anxious Generation (Senin, 6 Desember 2021)

Di sesi konferensi ini, para peserta mendapat sudut pandang baru dari seorang anak muda yang menginspirasi, Melati Riyanto Wijsen. Melati merupakan Co-Founder Bye Bye Plastic Bag. Besar di Bali dengan alam yang indah, Melati berharap bisa terus menjaga alam dan keindahan yang ada di Bumi Indonesia.

Melati yakin masa depan Indonesia dan dunia akan cerah karena kelak akan makin banyak anak muda yang menginspirasi dan berkomitmen terhadap kehidupan yang berkelanjutan. Sukses dengan Bye Bye Plastic Bag, Melati kini tengah membangun Youthopia, gerakan global yang sebagian besar anggotanya anak muda agar bisa melakukan perubahan pada banyak hal dengan lebih cepat.

Di usia yang sangat muda, Melati sangat senang untuk membuka kemungkinan kolaborasi dengan banyak orang agar ide-ide yang ada bisa lebih cepat terealisasi.

"Tentu anak muda harus bergerak dan berkontribusi, juga harus tetap bisa bersenang-senang," tutup Melati.

Re.Creation to Co-create: Humanizing Life Finance (Senin, 6 Desember 2021)

Seperti halnya kolaborasi yang diungkapkan Melati, kolaborasi juga dilakukan oleh Jenius dari Bank BTPN. Oleh karena itulah, semenjak pertama kali Jenius berdiri, Co.Creator (anggota komunitas Jenius Co.Create) yang bergabung bersama Jenius meningkat berkali-kali lipat.

Irwan Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN, , mengatakan Jenius merupakan digital bank yang sangat mengedepankan kebutuhan nasabahnya. Tidak heran, kini Co.Creator yang bekerja sama dengan Jenius sudah mencapai 35.000 orang, yang awalnya hanya 1.000 orang saja.

Adapun, Wahyu Pratomo, seorang Jenius Co.Creator yang sudah menjadi co.creator selama tiga tahun bersama Jenius, mengungkapkan betapa bangganya dirinya bergabung dengan Jenius. Pasalnya, dengan mengedepankan kebutuhan nasabah, masukan dari co.creator sebagian besar didengar agar bisa meningkatkan "user experience".

Irwan pun memastikan keamanan para nasabah dan mengatakan Jenius akan terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan nasabah. Bahkan Irwan mengungkapkan pihaknya akan melebarkan sayap ke luar negeri, yang merupakan bagian dari visi Jenius juga untuk ke depannya dapat mengembangkan bisnis ke ekosistem internasional melalui open application programming interface, atau API.

The Social Engineering Dilemma of Data Privacy (Selasa, 7 Desember 2021)

Sadar dengan keamanan di dunia digital, Jenius juga mengundang CEO IYKRA & Chief Strategy KORSANTEX, Fajar Jaman. Ia membahas data pribadi yang masih jadi hal dilematis untuk dikumpulkan, alur kejahatan rekayasa sosial, dan yang perlu diwaspadai dengan adanya aktivitas berbagi data, atau data sharing.

"Digital ini membawa pengaruh baik dan buruk, buruknya kalau dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan disalahgunakan, oleh karena itu perlu regulasi yang baik, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak perlu terjadi," pungkas Fajar.

Recreating the Way We Work (Selasa, 7 Desember 2021)

Dalam Recreating the Way We Work, Chief of Staff & Co-Founder of eFishery, Chrisna Aditya menceritakan pengalaman kerja dari mulai yang dimulai semenjak 2020 dan berdampak baik pada keseimbangan hidup karyawan eFishery. Menurutnya eFishery menjadi salah satu perusahaan yang mempermanenkan kerja dari rumah atau kerja dari mana saja.

"Seimbang dalam arti bisa memberikan yang terbaik dalam semua peran, seimbang dalam memposisikan diri, kapan harus profesional dan juga menjadi individu entah menjadi ayah, kakak, dan sebagainya, karena hidup hanya sekali jadi harus dinikmati," tegas Chrisna.

Memperhatikan keseimbangam jiwa dan juga fisik karyawan, eFishery sudah membuktikan bahwa dengan bekerja dari mana saja perusahaan tetap bisa produktif dan mengalami pertumbuhan empat kali lipat.

"Kesempatan terbuka, bisa kerja dari mana saja dan kami pun bisa mencari talent dari mana saja tidak terbatas regional," tutup Chrisna.

Recreating The Art Ecosystem: The NFT Story (Selasa, 7 Desember 2021)

Jenius Co.Creation Week 2021 juga menghadirkan narasumber dari industri kreatif, seperti COO Tokocrypto yang juga sebagai pelopor pasar non-fungible token (NFT) pertama di Indonesia, Teguh Kurniawan. Ia berbagi informasi soal keuntungan NFT untuk para pelaku industri kreatif dan Langkah masuk industri NFT.

Belum banyak yang tahu soal NFT, padahal menurut Teguh hal tersebut tengah naik daun dan tentu saja sangat berguna. Bukan hanya untuk pekerja seni, namun juga penikmat seni.

"Akan menjadi masa depan yang luar biasa bagi seniman di luar sana, kreator akan lebih aman dengan karya mereka, penikmat akan lebih aman dan nyaman karena senang dengan originalitas karya yang dibelinya," kata Teguh.

"Ide yang saya lakukan saat ini lebih memiliki jangka panjang dibandingkan dengan hal yang sudah saya lakukan sebelumnya. Tidak usah khawatir karena perubahan itu akan terjadi. Tidak usah takut mundur karena mundur juga hal yang benar dan penting. Jangan sampai berpikir tidak akan sukses."

Proud Indonesian: What Is Your Endgame? (Rabu, 8 Desember 2021)

Mantan Menteri Perdagangan sekaligus pembawa siniar (podcast) Endgame, Gita Wirjawan bercerita tentang karirnya yang panjang. Menurutnya, pencapaiannya adalah hasil dari upayanya selama 56 tahun. Oleh karena itu, Gita juga berpesan kepada anak muda agar tidak usah takut akan perubahan, tidak terkecuali untuk mengambil langkah mundur.

"Mundur juga adalah langkah dan bisa jadi itu langkah yang tepat dan benar sebelum maju lebih jauh," ungkap Gita.

Adapun acara yang diampunya dia lakukan untuk mengajak orang untuk berpikir panjang dan berkontribusi kepada masyarakat. Pasalnya menurut dia yang terbaik yang dia berikan adalah "giving back" dengan mengajar.

The Era of Subscription Based Business (Rabu, 8 Desember 2021)

Era digital juga membuat berlangganan layanan atau produk menjadi sebuah kebutuhan bagi Sebagian orang, bukan hanya berlangganan film atau musik, tapi juga belangganan media online. Apalagi di Indonesia, baik konten hiburan maupun media yang berkualitas didapatkan dengan berlangganan.

"Langganan ini komitmen, jadi harus dipastikan mana yang paling cocok," ungkap Fidelis Novan Terryan dari Kompas.id.

Ke depan, bisnis langganan ini juga akan terus berkembang di Indonesia, saat orang sudah terbiasa untuk mendapatkan konten-konten yang berkualitas dengan membayar.

Discover the 2022 Investment Trend (Kamis, 9 Desember 2021)

Pandemi juga membuat banyak orang lebih melek investasi, apalagi kesempatan untuk berinvestasi selalu hadir. Adrian Maulana, yang kini bekerja di salah satu perusahaan manajemen investasi, berbagi pengalaman yang diharapkan bisa menjadi pencerahan bagi masyarakat.

Menurutnya pada 2022 ada tiga hal yang harus diperhatikan, soal penanganan covid-19, inflasi, dan juga pengetatan kebijakan fiskal dan moneter. Adrian juga memberikan tips bagi orang untuk berinvestasi secara digital. Menurut Adrian yang pertama harus dilakukan adalah mencari tahu aspek legal.

"Hati-hati. (Anda) bisa cek ke Otoritas Jasa Keuangan agar tidak terbujuk rayu oknum yang ingin merugikan (Anda)," kata Adrian.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah tujuan investasi dan juga profil risiko, pasalnya dalam setiap investasi pasti ada risikonya. Terakhir adalah jangan beli kucing dalam karung. Kemudian, lalu evaluasi misalnya per kuartal atau per semester, paling lambat setahun sekali untuk memastikan apakah di jalur yang benar.

"Yang paling penting adalah disiplin, banyak orang yang ingin investasi tapi tidak bisa disiplin," ungkap Adrian.

Standing Up Against the Dark Side of Netizen (Kamis, 9 Desember 2021)

Media sosial memiliki banyak manfaat, di sisi lain ada media sosial juga dampak negatif, tidak terkecuali kriminal, seperti yang disebutkan Ferry Salim, seorang aktor dan tokoh publik.

"Banyak orang yang juga menggunakan media sosial untuk menipu dan menyakiti dan ini bisa berdampak kepada pengguna lain," jelas Ferry.

Apalagi Ferry menyebutkan kalau warganet Indonesia adalah warganet yang paling ditakuti di dunia.

Di sisi lain, Ian Hugen, menyebutkan kalau internet adalah pedang bermata dua. Oleh karena itu, Ian dan juga Ferry sepakat untuk tidak perlu merasa khawatir dengan warganet yang kerap mengungkapkan hal-hal buruk.

Recreating How People Interact & Hangout Amidst Pandemic (Jumat, 10 Desember 2021)

Co-founder M Bloc Space Group Jacob Gatot S. bercerita tentang bagaimana dirinya membangun M Bloc yang awalnya berawal dari kesukaan. Memiliki latar belakang arsitek, menurut Jacob yang penting bukan latar belakangnya, tapi ada tujuannya.

"Kontennya dahulu baru konteksnya," ungkap Jacob.

Head of Marketing dan Communications Tencent Technology Indonesia (JOOX) Yuanita Agata membahas pergeseran interaksi masyarakat selama pandemi, seperti nongkrong, serta pergeseran kebiasaan, tidak terkecuali jenis musik yang mereka dengar.

"Selama masa pandemi, orang Indonesia lebih banyak mendengarkan lagu Indonesia, tidak terkecuali dangdut, persepsi muda-mudi soal dangdut juga berubah," ungkap Yuanita.

NFT: Potential Recreation of Indonesia's Digital Art (Jumat, 10 Desember 2021)

Pada penghujung acara, talks ini membahas non-fungible token (NFT) secara lebih spesifik Bersama Bryan Lie, Seniman di NFT. Bryan Lie mengungkapkan kalau NFT adalah masa depan, oleh karena itu, Bryan mengajak seniman lain untuk tidak ragu untuk berkarya di sini.

"Meski begitu, pahami dulu, pelajari dahulu, agar tidak salah kaprah," saran Bryan.

Pada 10 Desember 2021, sesi Live Talks dilakukan secara daring dan luring dari JNM Bloc di Yogyakarta. Rangkaian acara Jenius Co.Creation Week 2021 tersebut mendapat sambutan yang positif dari masyarakat Yogyakarta yang sangat antusias menghadiri sesi Live Talks dengan para pembicara yang inspiratif.

Seluruh rangkaian acara Co.Creation Week 2021 kini dapat dinikmati secara gratis sampai 31 Desember 2021 di ccw.cocreate.id/.


[Gambas:Video CNBC]

(bul/bul)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading