Berapa Harga Vaksin Booster di RI? Ini Jawaban Menkes BGS

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 December 2021 12:45
Infografis/ Bakal Ada Booster Vaksin Covid-19, Pakai Yang Mana? Ini penjelasannya.../Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin booster akan dimulai bulan Januari 2022 mendatang. Salah satu skemanya adalah ada masyarakat di luar lansia dan penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus membeli vaksin.

Namun, diakui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, belum ada harga untuk vaksin program itu.

"Nanti harganya akan kita tentukan tergantung dariĀ jenis vaksin karena berbeda. (Perkiraan harga) Belum ada," jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Transmedia, Jakarta, Kamis (23/12/2021).


Sementara itu untuk jenis vaksin yang digunakan, Budi mengatakan akan dibebaskan. Namun yang pasti, vaksin-vaksi itu telah mendapatkan persetujuan dari WHO maupun Badan POM.

Sebelumnya, Kepala Badan POM Penny Lukito mengatakan sedang dilakukan pengujian vaksin booster. Ini dilakukan secara homologous dan heterologous.

Homologous adalah vaksin primer atau dua dosis pertama dan booster menggunakan jenis yang sama. Sebaliknya heterologous memiliki vaksin yang berbeda.

Uji klinis ini dilakukan oleh Balitbangkes (Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan) dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI). Vaksin primernya menggunakan Coronavac (Sinovac) dan Astrazeneca, sementara boosternya adalah Coronavac, AstraZeneca, dan Pfizer.

"Jenis booster untuk primer Sinovac data interim imunogenisitas 28 hari pemberian vaksin booster diharapkan pertengahan Januari 2022 untuk mendapatkan data pemberian EUA (izin penggunaan darurat)," kata Penny dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/12/2021).

Untuk AstraZeneca data interimnya selesai bulan April 2022 mendatang. Sedangkan EUA booster dari Balitbangkes diharapkan selesai April 2022.

Sinopharm juga direncanakan ikut uji untukĀ vaksin booster. Namun dia mengatakan sedang dalam proses mendapatkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Booster Vaksin Covid-19, Kapan Sebaiknya Disuntikkan?


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading