Warga RI Pengguna Vaksin Sinovac, WHO Ada Saran Buat Kamu Nih

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 December 2021 10:45
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika kamu mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac, ada saran dari World Health Organization (WHO). Menurut lembaga itu, bagi mereka yang punya gangguan sistem imun tubuh (immunocompromised) atau penerima vaksin inactivated untuk menerima vaksin booster.

Sebagai informasi, vaksin inactivated adalah vaksin dengan cara mengambil virus SARS-CoV-2 lalu menonaktifkan atau membunuh dengan bahan kimia, panas atau radiasi. Ini jadi salah satu cara populer yang digunakan untuk membuat vaksin.


Rekomendasi WHO itu memang tidak menyebut nama vaksin. Namun sejauh ini hanya ada dua vaksin inactivated yang telah mengantongi emergency use listing (EUL) dari WHO, yaitu Sinovac serta Sinopharm.

WHO mengatakan pemberian booster untuk bisa membuat melindungi diri dari penurunan kekebalan. Saran tersebut dirilis oleh Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) belum lama ini.

Ketua SAGE, Alejandro Cravioto menyatakan vaksin bisa memberikan perlindungan kuat untuk penyakit parah selama setidaknya enam lama. Meskipun data mengungkapkan kekebalan pada penyakit parah bisa berkurang pada kelompok lanjut usia serta orang dengan kondisi kesehatan.

"Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated" ujar Alejandro Cravioto, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/12/2021).

Soal booster, saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah menyinggung soal program yang dimulai tahun 2022 mendatang.

Program vaksin booster dilakukan dalam dua skenario, yakni kelompok lanjut usia dan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dilakukan gratis dan ditanggung APBN. Sementara di luar kelompok itu harus membayar sendiri.

"Vaksinasi booster akan dilakukan di klinik dan fasilitas kesehatan swasta. Sementara untuk puskesmas akan difokuskan untuk vaksin rutin," ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Dia juga mengungkapkan prioritas pemberian booster adalah kelompok lansia serta mereka yang immunocompromised. "Saya rekomendasi, ikut rekomendasi Ketua ITAGI, sudah diberikan nakes, prioritaskan lansia dan immunocompromised. Sekali lagi orang-orang berisiko tinggi,"jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Melihat Keampuhan 3 Dosis Vaksin Sinovac Lawan Omicron


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading