Covid Belum Selesai, Bencana 'Besar' Baru Bakal Meledak

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 December 2021 13:10
Kekeringa disejumlah negara. (REUTERS/SERTAC KAYAR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat dunia bukan hanya menghadapi pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Bencana lain yang harus dihadapi adalah perubahan iklim diakibatkan oleh memanasnya suhu global.

Hal ini diungkapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu lalu. Bahkan badan internasional tersebut merilis 'kode merah untuk kemanusiaan', saat ilmuwan menyampaikan peringatan keras soal darurat iklim di dunia.

Bencana ini berpengaruh pada kehidupan manusia, salah satunya adalah menunda kehamilan dan mendapatkan anak. Sebab banyak orang berpikir semakin banyak manusia artinya makin besar emisi yang ditimbulkan serta kebutuhan pangan semakin meningkat.


Bahkan Pangeran Harry dan Meghan Markle ikut dalam tren ini. Pasangan itu pada 2019 pernah mengatakan berencana hanya memiliki maksimal dua anak dengan alasan lingkungan.

Gerakan ini, disebutkan oleh analis di Morgan Stanley, karena ada kekhawatiran dari perubahan iklim yang tumbuh signifikan beberapa waktu terakhir.

"Memiliki anak tujuh kali lebih buruk untuk iklim dalam emisi CO2 setiap tahun daripada 10 mitigasi paling dibahas berikutnya yang dapat dilakukan individu," kata analis di Morgan Stanley seperti dikutip dari CNBC International, Selasa (7/12/2021).

Bahkan berdasarkan penelitian dari University of California, Los Angeles (UCLA) angka kelahiran di Amerika Serikat (AS) menurun selama sembilan bulan. Ini terjadi setelah adanya peristiwa panas ekstrem.

Di China terdapat penelitian pada 18 ribu pasangan di tahun lalu. Hasilnya ada kemungkinan kesuburan menurun sebesar 20%.

Laporan dari panel antar pemerintah mengenai perubahan iklim (IPCC) mengungkapkan dunia akan memanas sampai 1,5 derajat celcius di awal 2030-an. Mereka menyebut hal ini mengancam beberapa negara dengan daratan bisa terendam dan sumber air bersih bisa habis.

Indonesia juga mengalami ancaman perubahan iklim. Ini dikatakan oleh Presiden AS, Joe Biden pertengahan tahun ini.

Saat berpidato di kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Biden mengatakan Jakarta terancam tenggelam. Penyebabnya adalah masalah perubahan iklim.

"Departemen Pertahanan mengatakan apa ancaman terbesar yang dihadapi Amerika: perubahan iklim....Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" tegasnya dalam pidato itu sebagaimana dipublikasikan whitehouse.gov akhir Juli lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kondisi Bumi Kian Mengerikan, Ini Bukti Terbarunya


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading