Dokter RS Singapura: Omicron Bisa Dominasi Kasus Covid Dunia

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 December 2021 18:50
People are dwarfed against the financial skyline as they take photos of the Merlion statue along the Marina Bay area in Singapore, Tuesday, June 30, 2020. (AP Photo/Yong Teck Lim)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Corona Varian Omicron diperkirakan bisa 'menguasai' dunia dalam waktu dekat. Menurut dokter penyakit menular Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura Leong Hoe Nam mengatakan varian baru itu meluas setidaknya dalam tiga hingga enam bulan.

"Tapi sejujurnya Omicron akan mendominasi dan menguasai seluruh dunia dalam tiga hingga enam bulan," katanya, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (2/12/2021).

Hal yang sama sebelumnya juga terjadi pada Varian Delta. Reuters menyebutkan varian itu lebih umum di negara India pada Maret 2021 dan dominan di dunia pada Juli.


Leong juga mengatakan vaksin melawan jenis itu bisa dikembangkan dengan cepat. Namun setidaknya perlu diuji hingga 3-6 bulan untuk membuktikan bahwa bisa membuktikan memberikan kekebalan pada Omicron.

Sebelumnya, CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan butuh waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin khusus varian Omicron.

Sementara CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan kalau vaksin baru bisa siap dalam waktu kurang dari 100 hari atau lebih dari tiga bulan.

Menanggapi soal vaksin khusus Omicron, Leong menyebutnya sebagai ide yang bagus. Namun, dia juga menambahkan tidak praktis.

"Kami tidak akan bisa terburu-buru mengeluarkan vaksin tepat waktu dan pada saat vaksin datang, hampir semua orang akan terinfeksi Omicron karena tingkat penularan dan transmisi yang tinggi," kata Leong.

Namun menurut beberapa dokter, vaksin saat ini dipercayai bisa memberikan perlindungan pada varian baru.

Dr. Syra Madad, seorang partner di Belfer Center for Science and International Affairs, mengatakan tubuh kita menghasilkan seluruh antibodi yang berbeda.

"Saya pikir vaksin saat ini akan bertahan sampai batas tertentu, dengan varian baru ini," jelasnya.

"Ini mungkin mengurangi efektivitas vaksin dalam beberapa tingkat, namun itu belum terlihat". Dia menambahkan vaksin dengan booster harus memberikan 'tingkat perlindungan yang baik'.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Omicron Bisa Jadi Vaksinasi Alami Covid-19? Ini kata Ahli


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading