Gawat! Jam Kiamat Gak Gerak, Bumi di Titik Terdekat Akhir Jam

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 November 2021 07:15
Doomday Clock

Jakarta, CNBC Indonesia - Jam kiamat atau Doomsday Clock tahun ini semakin dekat ke tengah malam. Bulletin of the Atomic Scientist membuat jam itu hanya 100 detik dari tengah malam.

Berdasarkan laporan ABC News, kelompok yang terdiri atas pemimpin dunia dan peraih Nobel mengatakan keputusan itu karena pemimpin dunia merespons Covid-19 dengan lamban.

"Pandemi mengungkapkan betapa tidak siap dan tidak maunya negara-negara serta sistem internasional menangani keadaan darurat global dengan benar," kata para ilmuwan, dikutip Selasa (30/11/2021).


"Dalam masa krisis yang sebenarnya itu, para pemerintah terlalu sering melepaskan tanggung jawab, mengabaikan nasihat ilmuwan, tidak bekerja sama atau berkomunikasi secara efektif dan akibatnya gagal untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan warganya".

Doomsday Clock sendiri bukan berkaitan dengan akhir zaman. Namun merupakan pengingat soal aksi manusia yang merusak Bumi dan bisa menghancurkan planet ini.

Jam ini didirikan oleh Bulletin of the Atomic Scientist (BAS) tahun 1947. Lembaga itu didirikan oleh Albert Einstein dan mahasiswa Universitas Chicago.

Saat pertama kali didirikan, jam itu diatur tujuh menit sebelum tengah malam. Jarak paling lama ada 17 menit tahun 1991, saat Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush dan presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengumumkan pengurangan persenjataan nuklir di masing-masing negara.

Sejumlah bencana yang jadi sorotan para peneliti untuk jam kiamat tersebut. Misalnya bahaya nuklir dan perubahan iklim. Terdapat juga bencana baru yang dimasukkan, yakni disinformasi yang terjadi di dunia maya serta teori konspirasi yang dapat memicu perang nuklir.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading