Begini Perbandingan Kualitas Layanan Broadband di RI

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
08 November 2021 17:00
Komitmen IndiHome untuk Mewujudkan Keadilan Digital di Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada akhir September 2021 lalu, internet down yang terjadi karena gangguan kabel bawah laut Telkom memunculkan kepanikan yang luar biasa. Semua ingin memastikan bahwa gangguan masal ini hanya terjadi sementara.

Ketika internet sudah menjadi kebutuhan primer, maka menjaga kenyamanan pelanggan terasa makin tidak mudah bagi provider internet fixed broadband. Hal itu disebabkan karena internet memegang peran penting, bukan hanya sebagai alat penghubung, namun juga sebagai ruang kreasi. Aplikasi berbasis cloud telah banyak menjadi pilihan bisnis start-up, dengan kekuatan kolaborasi menggabungkan berbagai sumber data, kompetensi dan industri.

Kebanyakan Internet Service Provider (ISP) cenderung lebih memilih menggarap pasar atau mendorong masyarakat untuk menggunakan internet dengan paket kecepatan tinggi (30 Mbps ke atas), dengan harapan untuk lebih menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan juga meminimalisir komplain. Meski begitu, masih ada sebagian provider yang tetap berusaha untuk mengakomodir masyarakat dengan kemampuan terbatas yang membutuhkan internet untuk kebutuhan dasar dengan menyediakan paket di bawah 30 Mbps.


Menurut hasil survei Enciety Business Consult, pelanggan internet fixed broadband yang berlangganan paket di bawah 150 Mbps di Jakarta dan Surabaya di Q3 tahun 2021, memperlihatkan bahwa IndiHome menjadi provider yang memiliki kesesuaian antara paket dan kecepatan download yang dinikmati pelanggan.

IndiHome lebih unggul dibandingkan provider lain karena rata-rata latency IndiHome lebih rendah. Sebagai informasi, latensi adalah waktu yang dibutuhkan saat data dikirim hingga sampai ke penerima. Latensi ini dihitung dalam skala milidetik atau milisecond (ms). Semakin tinggi waktu, maka semakin lambat data diterima oleh pemilik.

Dari survei Enciety Business Consult di Q3 2021 tersebut, angka latency di Jakarta selalu lebih rendah dibandingkan Surabaya. Latency IndiHome di Jakarta 0,7 ms dan di Surabaya tercatat 3,6 ms. Penyebab utama pelanggan tidak loyal adalah ekspektasi terhadap kualitas layanan yang tidak terpenuhi (customer expectation).

Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya yakni layanan yang tidak stabil. Apabila yang didapatkan pelanggan tidak sesuai dengan paket yang dibeli, tentu akan sangat mengganggu pelanggan. Pelanggan mengharapkan kualitas internet yang cepat, namun yang terjadi malah sebaliknya. Rendahnya tingkat loyalitas akibat ekspektasi yang tidak terpenuhi ditambah dengan hadirnya berbagai penawaran solusi yang lebih menarik dari kompetitor, akan mempercepat proses terjadinya kepergian pelanggan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lahirkan Atlet, IndiHome Luncurkan Limitless Esport Academy


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading