Alasan Kenapa Astronaut Nangis Lihat Bumi dari Antariksa

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
30 October 2021 13:40
Hutan Amazon Brazil. (REUTERS/ADRIANO MACHADO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Efek perubahan iklim (climate change) dan pemanasan global (global warming) yang terjadi di planet Bumi rupanya membuat astronaut NASA Megan McArthur sedih.

Pasalnya dia dapat melihat kondisi Bumi dari luar angkasa saat bertugas di stasiun luar angkasa International Space Station (ISS).

McArthur mengutarakan kesedihannya soal kasus kebakaran hebat yang terjadi di banyak tempat. Bahkan beberapa kebakaran hutan yang besar bisa terlihat dengan mudah dari luar angkasa.


"Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat," ujar McArthur dalam wawancaranya dengan Insider dan dikutip dari Futurism, Sabtu (23/10/2021).

Dia mengatakan para ilmuwan di dunia sebenarnya telah membunyikan alarm peringatan akibat masalah ini. Megan juga menambahkan ini jadi peringatan seluruh komunitas global.

"Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan tersebut," katanya.

Dalam citra satelit memperlihatkan kebakaran hutan menjadi bentuk awan asap dengan proporsi astronomis di sejumlah wilayah di seluruh planet. Ini terjadi dari Siberia, Yunani, dan Spanyol hingga ke Pacific Northwest (Pasifik Barat Laut).

Negara paling terpukul atas kejadian ini kabarnya adalah Turki. Di belahan dunia lain, Amerika Serikat (AS) juga berjuang merekrut petugas pemadaman kebakaran yang cukup untuk mengatasi kebakaran hutan.


Amazon Terkikis

Sementara itu sebuah hasil riset menunjukkan hutan hujan Amazon Brasil juga mengalami masalah. Riset Dr. Simon Evan dari Carbon Brief menyebutkan ada deforestasi dan terjadi selama beberapa dekade terakhir di Amazon.

Deforestasi atau penggundulan hutan dilakukan supaya lahan bisa digunakan untuk hal lain. Misalnya pertanian, peternakan, dan kawasan tinggal atau perkotaan.

Di Brasil, penggundulan hutan itu dijalankan kolonialis untuk membuka lahan. Yakni tempat menanam tanaman komersial seperti karet, gula, dan tembakau.

Aktivitas tersebut dipercepat pada paruh terakhir abad ke-20 untuk membuat peternakan sapi, perkebunan untuk tanaman skala industri misalnya kedelai, kelapa sawit dan penebangan.

Pengurangan lahan secara signifikan juga terlihat dari foto udara. Akibatnya Amazon melepas lebih banyak Co2 daripada yang bisa diserapnya dalam 10 tahun terakhir.

Menurut peneliti, 40% dari hutan juga bisa berubah menjadi lanskap seperti sabana yang lebih kering. Yakin apabila tingkat curah hujan terus menurun karena perubahan iklim.

Sabana adalah ekosistem dengan ciri lebih sedikit tutupan pohon dan didominasi oleh padang rumput. Lahan ini juga biasanya ada di wilayah dengan iklim sedang dan curah hujan lebih sedikit daripada hutan hujan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kesedihan Astronaut NASA Saat Melihat Bumi dari Luar Angkasa


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading