Waspada Modus Penipuan Whatsapp, Tabungan Terkuras Rugi Parah

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 October 2021 07:55
FILE PHOTO: The WhatsApp app logo is seen on a smartphone in this picture illustration taken September 15, 2017. REUTERS/Dado Ruvic Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak modus penipuan yang terjadi dengan menggunakan WhatsApp. Bahkan korban bisa menanggung kerugian parah setelah tabungannya dikuras.

Yakni salah satunya dengan mengambil alih WhastApp para korbannya. Pelaku biasanya akan meminta One Time Password (OTP) sebagai cara masuk ke akun yang dituju.

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengimbau masyarakat yang menerima pesan OTP pada nomor ponsel tak membagikannya pada pihak lain.

"Saat ini banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun WhatsApp. Jika Anda mendapatkan pesan teks dari WhatsApp, Jangan bagikan kode yang ada dapatkan dan jangan klik link tersebut," tulis pihak Siber Polri dalam akun resminya dikutip Rabu (13/10/2021).


Salah satu modus yang pernah muncul adalah mengaku sebagai kasir mini market. Nanti pelaku akan mengaku salah kirim voucher game ke nomor ponsel korban.

Mereka akan meminta korban mengirimkan enam digit yang diterima. Namun ternyata merupakan One Time Password (OTP) yang dikirimkan WhatsApp pada pengguna.

Nomor OTP dikirimkan sebab ada upaya mendaftarkan nomor WhatsApp dengan perangkat lain. Namun untuk verifikasi butuh OTP pada nomor yang terdaftar.

Jika OTP tersebut jatuh ke tangan yang salah, maka WhatsApp akan langsung diambil alih oleh pelaku kejahatan. Saat berhasil masuk ke akun korbannya, pelaku memulai kejahatannya dengan meminta uang pada teman korban di kontak tersebut dari pulsa hingga melakukan romance scam.

"Si Pembajak Whatsapp akan menggunakan akun anda untuk melakukan beragam hal, seperti meminta uang, meminta pulsa, atau bahkan melakukan romance scam," kata Siber Polri.

Melansir laman patrolisiber.id, pada tahun 2020 terdapat 12.197 laporan pengaduan masyarakat yang masuk melalui portal tersebut. Total kerugiannya tak sedikit yakni mencapai Rp 1,12 triliun.

WhatsApp jadi platform dengan laporan terbanyak dengan total 4.888 aduan. Sementara Instagram ada 3.610 aduan, Facebook 1.910 aduan, serta telepon atau SMS sebanyak 1.640 aduan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading