Facebook Rugi Triliunan Rupiah Gegara FB, IG & WhatsApp Error

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 October 2021 17:30
[DALAM] FB, IG, WA Down

Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi Facebook down, WhatsApp down, dan Instagram down berdampak buruk bagi perusahaan. Facebook Inc diperkirakan kehilangan miliaran dolar AS setelah layanannya alami gangguan selama enam jam.

Fortune memperkirakan Facebook Inc kehilangan pendapatan US$100 juta atau setara Rp 1,42 triliun (asumsi Rp 14.200/US$) dari kejadian itu. Hal ini didasarkan pada perhitungan pendapatan iklan digital kuartalan perusahaa. Tahun 2020 Facebook memperoleh pendapatan iklan sebesar US$84,2 miliar.

Perusahaan analisis iklan Standard Media Index lebih konservatif. Mereka memperkirakan Facebook Inc kehilangan pendapatan US$3,3 juta. Pendapatan ini diukur dari berapa banyak uang yang dihabiskan pengiklan di platform Facebook per jam.


Angka kehilangan pendapatan ini bisa lebih besar lagi setelah minggu ini. Itu karena layanan bermasalah tersebut memengaruhi lebih dari 10 juta merek dan bisnis yang beriklan di platform Facebook.

Vice President dan Direktur Riset Forrester Dan Mike Proulx mengatakan perusahaan yang terdampak pemadaman layanan Facebook Group dibenarkan untuk meminta ganti rugi, kemungkinan dalam bentuk iklan gratis tahun depan.

"Hanya Facebook yang tahu pasti berapa banyak pendapatan yang hilang selama pemadaman enam jam itu karena banyaknya variabel dan [tidak diketahui] publik, termasuk apakah semua iklan di semua aplikasinya berhenti ditayangkan saat pemadaman," ujar Dani Mike Proulx seperti dikutip dari CNBC International, Kamis (7/10/2021).

Facebook menolak mengomentari pendapatan yang hilang. Tetapi dalam postingan blog pada awal pekan ini, Facebook mengatakan "iklan tidak ditayangkan selama sistem offline, dan pengiklan tidak akan ditagih biaya iklan selama pemadaman."

Pada tahun 2019, setelah layanan media sosial Facebook Inc padam selama berjam-jam, pengiklan meminta ganti rugi. Pada saat itu, Facebook mengatakan mereka sedang mempertimbangkan restitusi, tetapi hasilnya tidak pernah dipublikasikan. Pada tahun 2017, perusahaan dilaporkan memberikan pengembalian uang kepada beberapa pengiklan setelah menemukan bug dalam cara mengukur lalu lintas situs web.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading