Covid Belum Selesai, Pandemi Berikut Siap Menerjang Bumi?

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 September 2021 14:52
Italia dan Pulau Sisilia (9/6/2019). (Johnson/Nasa)

Stasiun Luar Angkasa Internasional sedang mengorbit 255 mil di atas Laut Mediterania ketika seorang awak Ekspedisi 59 yang mencari di barat laut mengambil foto Italia dan pulau Sisilia ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia diprediksi akan mengalami pandemi berikutnya setelah Covid-19. Sebab, banyak ekspoitasi hasil alam yang tidak dilakukan secara bijak.

Mengutip Channel News Asia, Selasa (28/9/2021), hal itui diungkapkan oleh beberapa ahli dalam Majelis Umum PBB. Sekelompok peneliti mengungkapkan manusia telah melupakan potensi penyebaran virus dari hewan ke manusia.

"Para ilmuwan yang mempelajari penyakit zoonosis ini telah memperingatkan kita tentang pandemi seperti Covid yang tak terhindarkan selama bertahun-tahun. Sayangnya, kita tidak mendengarkan, sekarang kita membayar harganya," kata ahli lingkungan Dr Jane Goodall.

Ia menambahkan, saat ini dunia harus memikirkan betul soal aspek lingkungan sehingga eksploitasi alam dilakukan dengan bijak.

"Kesehatan dan kesejahteraan kita terkait erat dengan kesehatan dan kesejahteraan lingkungan tempat kita tinggal," ujarnya.



Lebih lanjut, para ahli juga mengutarakan investasi dalam membendung penyakit dan mengembangkan serta meluncurkan vaksin tidak cukup untuk menanggapi masalah yang dapat terus berulang di masa depan.

"Solusi paling adil dan bermoral untuk mempersiapkan pandemi di masa depan adalah dengan mencegahnya sepenuhnya, menghentikannya dari sumbernya; untuk mencegah penyebaran virus dari hewan ke manusia, yang telah menjadi asal mula semua pandemi dalam satu abad terakhir," kata Dr Nigel Sizer, salah satu pendiri Koalisi untuk Mencegah Pandemi.

Laporan Harvard menemukan hanya US$ 4 miliar yang dihabiskan setiap tahun di seluruh dunia untuk kegiatan pencegahan penyakit zoologi. Ini hanyalah sebagian kecil dari perkiraan US$ 11 triliun yang diakibatkan oleh Covid-19 terhadap ekonomi global.

Salah seorang peneliti asal Harvard, Dr Aaron Bernstein, mengusulkan anggaran penelitian ini dinaikan setidaknya hingga US$ 31 miliar.

"Tantangan yang kita miliki adalah menyadari bahwa satu dolar yang dihabiskan untuk melestarikan alam adalah satu dolar yang dihabiskan untuk melestarikan diri kita sendiri," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading