Bos Moderna: Booster Vaksin akan Kurangi Kasus Covid-19

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 September 2021 21:10
Infografis/Wahai warga Ibukota, Ini Syarat & Lokasi Vaksinasi Moderna/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlindungan vaksin Covid-19 buatanĀ Moderna Inc dapat berkurang dari waktu ke waktu. Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat (AS) ini mendukung masyarakat untuk mendapatkan vaksin ketiga atau booster.

"Ini hanya satu perkiraan, tetapi kami percaya ini. Setidaknya kami memperkirakan perkiraan dampak berkurangnya kekebalan akan menjadi 600.000 kasus tambahan Covid-19," kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam sebuah pernyataan, Rabu (15/9/2021).

Dilansir dari Reuters, Moderna mengajukan permohonannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk meminta otorisasi untuk suntikan booster pada 1 September lalu.

Hoge mengatakan, data dari studi menunjukkan vaksin booster dapat meningkatkan antibodi penetralisir ke tingkat yang lebih tinggi, dibandingkan dengan vaksin kedua.

"Kami yakin ini akan mengurangi kasus Covid-19," katanya. "Kami juga percaya bahwa dosis ketiga memiliki peluang untuk memperpanjang kekebalan secara signifikan sepanjang tahun depan saat kami berusaha untuk mengakhiri pandemi," lanjutnya.

Analisis yang dirilis menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi di antara orang yang divaksinasi sekitar 13 bulan lalu, dibandingkan dengan mereka yang divaksinasi sekitar 8 bulan lalu. Periode penelitian ini dilakukan Juli-Agustus, saat virus corona varian Delta merajalela.



Dalam analisisnya, Moderna membandingkan kinerja vaksin pada lebih dari 14.000 sukarelawan yang divaksinasi antara Juli dan Oktober 2020 dengan sekitar 11.000 sukarelawan. Mereka ini awalnya berada dalam kelompok plasebo yang ditawari vaksin antara Desember 2020 dan Maret 2022 setelah otorisasi penggunaan darurat AS.

Dalam periode dua bulan dari Juli-Agustus, para peneliti mengidentifikasi 88 kasus Covid-19 di antara mereka yang mendapat dua suntikan belum lama ini, dibandingkan dengan 162 kasus di antara mereka yang divaksinasi tahun lalu.

Secara keseluruhan, hanya 19 kasus yang dianggap parah. Inilah yang menjadi tolok ukur utama dalam menilai perlindungan yang berkurang. Moderna mengatakan ada kecenderungan tingkat kasus parah yang lebih rendah di antara yang baru saja divaksinasi, meskipun temuan itu tidak signifikan secara statistik.

Namun, data tersebut sangat kontras dengan data dari beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan perlindungan vaksin Moderna bertahan lebih lama daripada vaksin buatan Pfizer Inc dan BioNTech SE .

Para ahli mengatakan perbedaan itu kemungkinan karena dosis messenger RNA (mRNA) Moderna yang lebih tinggi dan interval yang sedikit lebih lama antara suntikan pertama dan kedua. Kedua vaksin terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit dalam studi Fase III.

Kaiser Permanente Southern California juga menunjukkan bahwa vaksin Moderna terus berkinerja baik terhadap varian Delta.

Para peneliti membandingkan data lebih dari 352.000 orang yang mendapat dua dosis vaksin Moderna dengan jumlah individu yang tidak divaksinasi yang sama. Mereka menemukan vaksin Moderna 87% efektif mencegah diagnosis Covid-19, dan 96% efektif mencegah rawat inap.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading