Terungkap Sisa Umur Matahari, Ramalan Ngeri pun Muncul

Tech - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
15 September 2021 15:58
A partial solar eclipse rises behind clouds, Thursday, June 10, 2021, in Arbutus, Md. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Matahari selalu menyinari Bumi di siang hari hingga saat ini. Namun apa yang terjadi bila itu tidak terjadi lagi?

Jika skenario itu terjadi, kemungkinan manusia di Bumi tidak akan mengetahuinya hingga sekitar 8,5 menit kemudian. Sebab tidak ada yang bergerak lebih cepat dari cahaya termasuk tarikan gravitasi, dan kita tidak menyadari ada sesuatu yang hilang.

Namun berikutnya Matahari akan tiba-tiba menghilang dan Bumi akan diselimuti kegelapan. Lalu planet ini akan melakukan perjalanan ke ruang antar bintang dengan kecepatan 18 mil per detik, dikutip dari Futurism, Rabu (15/9/2021).


Dalam dua detik, Bulan yang biasanya memantulkan sinar matahari juga menjadi gelap. Termasuk juga planet di tata surya yang berkedip terlihat di Bumi juga berhenti memantulkan sinar matahari.

Lalu suhu di Bumi akan turun dan mulai membeku. Futurism mencatat butuh jutaan tahun untuk Bumi menjadi beku padat namun di bagian permukaan suhu akan turun di bawah 0 derajat celcius dalam minggu pertama lalu -100 derajat pada tahun pertama.

Selanjutnya suhu akan stabil di angka -240 derajat celcius selama beberapa juta tahun, sementara energi panas Bumi juga masih bekerja.

Fotosintesis yang biasanya dibantu matahari juga akan berhenti, dan seluruh tanaman akan mati. Sebagian besar Spesies juga hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum musnah dalam peristiwa terbesar di Bumi.

Selanjutnya populasi manusia juga akan musnah. Beberapa diantara mereka memilih berpindah ke dekat pusat Bumi dan hidup dari energi panas Bumi.

Lalu Bumi akan membeku dan menjadi bongkahan batu yang kokoh serta beku dan berjalan di ruang angkasa.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading