Kaget Gak? Startup Ini Klaim Bisa Hidupkan Lagi Mammoth Purba

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 September 2021 17:50
Mammoth researcher Professor Adrian Lister poses for photographs looking at Lyuba, a baby woolly mammoth considered to be the most complete example of the species ever found, at the Natural History Museum in London, Monday, May 19, 2014.  Lyuba, her name taken from the word for love in Russian, was discovered frozen in clay and mud in Russia's Yamal Peninsula of Siberia in 2007 and is estimated to have died around 42,000 years ago at one month old.  She is 85cm tall and 130 cm long, and is on loan from Russia's Shemanovsky Museum to feature in the exhibition

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah Perusahaan bernama Colossal mengklaim bisa kembali menghidupkan nenek moyang gajah, Mammoth berbulu untuk tundra Artik. Caranya dengan memanfaatkan kemitraan dengan ahli genetika Harvard.

Colossal mengatakan memanfaatkan de-extinction (proses menghasilkan organisme yang menyerupai spesies yang sudah punah) berpotensi menjadi model kerja untuk memulihkan ekosistem yang rusak atau hilang.

Cara ini dianggap membantu memperlambat atau bahkan menghentikan efek perubahan iklim (climate change)


"Belum pernah sebelumnya umat manusia dapat memanfaatkan kekuatan teknologi ini untuk membangun kembali ekosistem, menyembuhkan Bumi kita, dan melestarikan masa depannya melalui populasi hewan yang punah," kata kepala eksekutif dan salah satu pendiri Colossal Ben Lamm seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/9/2021)

"Selain membawa kembali spesies purba yang punah seperti mammoth berbulu, kami akan dapat memanfaatkan teknologi kami untuk membantu melestarikan spesies yang terancam punah yang berada di ambang kepunahan dan memulihkan hewan di mana manusia memiliki andil dalam kematian mereka."

Mammoth berbulu menjelajahi sebagian besar Kutub Utara, dan hidup berdampingan dengan manusia purba herbivora tahan dingin untuk makanan dan menggunakan gading dan tulangnya sebagai alat.

Hewan-hewan itu punah sekitar 4.000 tahun yang lalu. Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah memulihkan potongan-potongan gading, tulang, gigi, dan rambut mamut untuk diekstraksi dan mencoba mengurutkan DNA Mammoth.

Colossal mengatakan teknologi mereka bertujuan memasukkan urutan DNA mammoth berbulu yang dikumpulkan dari sisa-sisa yang terpelihara dengan baik di permafrost dan stepa beku, ke dalam genom gajah Asia, untuk menciptakan "hibrida gajah-mammoth."

Gajah Asia dan mammoth berbulu memiliki susunan DNA yang mirip 99,6 persen, kata Colossal di situsnya.

Salah satu pendiri perusahaan, George Church adalah ahli genetika terkenal dan profesor genetika di Harvard Medical School, yang menggunakan teknik perintis, termasuk teknologi CRISPR, untuk memajukan sistem de-extinction spesies.

"Teknologi yang ditemukan dalam mengejar visi besar ini dapat menciptakan peluang yang sangat signifikan dalam konservasi dan lainnya," kata George Church.

Colossal mengatakan, memulihkan hewan memiliki potensi untuk merevitalisasi padang rumput Arktik, wilayah yang luas dengan sifat memerangi perubahan iklim utama, seperti penyerapan karbon dan penekanan metana.

Colossal mendapat pendanaan seri tahap awal sebesar US$15 juta dari investor.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading