Dunia Heboh 5G, Huawei Malah Mau Rilis 6G di 2030

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 September 2021 15:45
In this Oct. 31, 2019, photo, attendees walk past a display for 5G services from Chinese technology firm Huawei at the PT Expo in Beijing. Chinese tech giant Huawei is asking a U.S. federal court to throw out a rule that bars rural phone carriers from using government money to purchase its equipment on security grounds, announced Thursday, Dec. 5, 2019. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sedang berlomba mengadopsi teknologi 5G. Namun Huawei ingin selangkah lebih maju. Raksasa teknologi ini berniat meluncurkan produk 6G pada 2030.

Rencana ini diungkap Rotating Chairman Huawei Eric Xu Zhiju dalam kata pengantar sebuah buku yang diterbitkan di komunitas online Huawei Xinsheng. Dalam artikel tersebut Eric Xu mengatakan 6G memiliki lingkungan teknologi yang lebih rumit daripada 5G.

Eric Xu mengungkapkan Huawei memulai investasi dalam penelitian 6G pada 2017, ketika perusahaannya mendorong komersialisasi 5G.


"Huawei akan mendefinisikan 5.5G dan meneliti 6G pada saat yang sama dalam beberapa tahun ke depan, dan ini adalah ujian imajinasi dan kreativitas seluruh industri apakah 6G dapat melampaui (teknologi 5G dan 5.5G)," tulis Eric Xu seperti dilansir dari Global Times, Selasa (14/9/2021).

Dalam artikel tersebut, Eric Xu mengakui bahwa 6G harus menghadapi lingkungan yang rumit bahkan pada tahap penelitian. Dia tidak secara khusus menyebutkan sanksi AS, tetapi menekankan memperdalam kerja sama akan lebih penting dari sebelumnya. Namun, fluktuasi geopolitik dan tren de-globalisasi merupakan hambatan dan tantangan bagi kerja sama tersebut.

"Apakah industri dapat mencapai hasil yang memuaskan (dalam pengembangan 6G) sekitar tahun 2030, sangat tergantung pada faktor-faktor seperti apakah proses mendefinisikan 6G cukup terbuka, apakah para peserta pluralistik, dan apakah komunikasinya cukup menyeluruh," kata Eric Xu.

Xu juga mencatat bahwa Huawei bersedia mengadakan diskusi dengan perusahaan dan industri yang mungkin membutuhkan teknologi 6G untuk mendefinisikan 6G secara bersama-sama. Dia juga memperkirakan negara-negara akan membahas visi 6G pada 2023 dan merumuskan standar 6G sekitar 2028.

Pakar veteran telekomunikasi Fu Liang mengatakan bahwa situasi geopolitik global memiliki banyak ketidakpastian, tetapi Huawei, serta raksasa telekomunikasi global lainnya, tidak boleh berhenti meneliti dan mengembangkan teknologi telekomunikasi.

"Jika ketegangan politik memburuk, kemungkinan 6G juga akan memiliki dua set standar, bukan satu seperti di masa lalu, tetapi tentu saja itu akan meningkatkan biaya konektivitas dan membawa kerugian bagi perusahaan global," katanya kepada Global Times.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading