Amazon, Google Cs Cuan Saat AS Perangi Teror, Kok Bisa?

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
10 September 2021 20:40
Riot police officers arrive after four people have been wounded in a knife attack near the former offices of satirical newspaper Charlie Hebdo, Friday Sept. 25, 2020 in Paris. A police official said officers are

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa raksasa digital seperti Amazon, Facebook, Google, Microsoft dan Twitter telah menghasilkan miliaran dolar melalui kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Mengutip AFP, laporan "Big Tech Sells War" yang dirilis Kamis (9/9/2021) menyebut bahwa sejak dimulainya program "perang terhadap teror" pada 2004, perusahaan-perusahaan itu menjadi ujung tombak kebijakan luar negeri AS.

"Dari tahun 2004 hingga hari ini, perusahaan Big Tech telah melihat peningkatan besar dalam permintaan federal untuk layanan mereka, terutama dari Pentagon dan Departemen Keamanan Dalam Negeri," sebut laporan itu.


Permintaan dari badan-badan intelijen dan militer AS untuk komputasi cloud dan perangkat lunak GPS telah melonjak sejak 2001 seiring digitalisasi. Departemen Pertahanan sendiri telah menghabiskan US$ 43,8 miliar untuk kontrak dengan perusahaan-perusahaan itu sejak tahun 2004.

Laporan itu juga menambahkan Microsoft telah mendapat manfaat dari lompatan kontrak pertahanan selama pemerintahan Trump, Mereka mencatat peningkatan enam kali lipat dalam jumlah kontrak antara 2016 dan 2018.

"Amazon dan Microsoft khususnya maju dalam beberapa tahun terakhir, dengan Amazon menandatangani hampir lima kali dan Microsoft menandatangani delapan kali lebih banyak kontrak dan subkontrak federal pada 2019 dibandingkan dengan 2015."


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading