Road to Tech Conference

Huawei Ternyata Bantu Besarkan Startup Asia, Ini Buktinya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 September 2021 15:07
FILE PHOTO: The logo of the Huawei Technologies Co. Ltd. is seen outside its headquarters in Shenzhen, Guangdong province, April 17, 2012.  REUTERS/Tyrone Siu

Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei punya caranya sendiri membantu Startup di kawasan Asia Pasifik. Yakni melalui program Spark yang telah dimulai di Singapura beberapa waktu lalu.

Dalam program itu, Huawei melakukan kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, inkubator, venture capital dan universitas. Dengan begitu dapat mendukung startup untuk banyak daerah.

"Melalui program ini kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, inkubator, venture capital dan universitas membangun platform untuk mendukung startup di banyak daerah. Saat ini sudah 40 perusahaan startup berpartisipasi di program kami," kata Director of Corporation Affairs Huawei Tech Investment Huawei Indonesia, Yunny Christine dalam program Profit CNBC Indonesia, Kamis (9/9/2021).


Huawei menggelontorkan investasi sebesar lebih dari US$100 juta atau Rp 1,4 triliun dalam tiga tahun. Investasi tersebut untuk membangun ekosistem startup selain juga menciptakan nilai baru di Asia Pasifik.

Dia menjelaskan, sejumlah negara akan ikut dalam program ini. Mulai dari Singapura, Hong Kong, Thailand dan Malaysia dilanjutkan dengan Indonesia, Fillipina, Srilanka, dan Vietnam.

"Mengikuti Singapura, Hong Kong, Thailand dan Malaysia kami akan membantu 4 ekosistem startup di Asia Pasifik termasuk Indonesia, Filipina, Sri Langka dan Vietnam, merekrut 1000 startup," jelas Yunny.

Dia mengatakan Huawei memberikan dukungan pada startup di kawasan Asia Pasifik berupa bisnis, pelatihan, pemasaran dan juga teknologi.

Yunny menjelaskan jika startup punya peran penting secara global. Perusahaan rintisan itu menyumbang 2/3 dari pekerjaan di seluruh dunia.

Dari jumlah itu menghasilkan pekerjaan baru dan menghasilkan 50% dari PDB global. Ini dapat menyumbang untuk pemulihan ekonomi.

"Untuk pemulihan ekonomi dan transformasi peningkatan penciptaan lapangan kerja di negara Asia Pasifik," kata Yunny.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Ada Kabar Huawei Mate 50 Tak Dirilis Tahun 2021 Ini


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading