Prediksi Bos Pfizer Soal Kemunculan Varian Covid Kebal Vaksin

Tech - roy, CNBC Indonesia
26 August 2021 10:40
A droplet falls from a syringe after a health care worker is injected with the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Women & Infants Hospital in Providence, R.I., Tuesday, Dec. 15, 2020. (AP Photo/David Goldman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Corona Covid-19 disebut masih terus bermutasi. Ada kemungkinan akan muncul varian lebih berbahaya dari yang ada saat ini yang kebal akan vaksin Covid-19.

CEO Pfizer Albert Bourla meyakini hal ini. Ia menyebut perusahaan yakin suatu hari akan muncul varian yang kebal terhadap vaksin Covid-19. Meski begitu ia juga percaya Pfizer mampu menciptakan vaksin untuk melawan varian berbahaya tersebut dalam tiga bulan.

"Setiap kali varian [Covid-19] muncul di dunia, para ilmuwan kami akan mengatasinya," ujarnya kepada Fox News, seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis (25/8/2021).


"Mereka sedang meneliti untuk melihat apakah varian ini dapat lolos dari perlindungan vaksin kami. Kami belum mengidentifikasi apa pun, tetapi kami percaya adanya kemungkinan itu suatu hari nanti, salah satunya akan muncul."

Menurut Albert Bourla, Pfizer membutuhkan waktu 95 hari sejak diidentifikasi untuk mengembangkan vaksin spesifik untuk melawan varian yang menjadi perhatian.

Ini bukan pertama kalinya kekhawatiran akan adanya varian baru Covid-19 yang mampu menghindari kemanjuran vaksin Covid-19. Tetapi pendapat para ahli terbelah soal ini.

"Vaksin yang ada saat ini bekerja dengan baik untuk melindungi kita dari penyakit parah dan kematian, tetapi kekhawatiran besarnya adalah varian berikutnya yang mungkin muncul yang berpotensi menghindari vaksin kita," ujar Direktur CDC Amerika Serikat Rochelle Walensky.

Para penasihat pemerintah Inggris mengatakan tingkat sirkulasi dan penularan virus yang lebih tinggi menciptakan "lebih banyak peluang bagi varian baru untuk muncul."

Namun ahli virologi Universitas Saskatchewan di Kanada, Angela Rasmussen mengungkapkan kemungkinan kemunculan varian yang resisten terhadap vaksin tidak mungkin terjadi.

"Ini akan membutuhkan begitu banyak mutasi pada protein lonjakan sehingga vaksin itu tidak akan 'bekerja' lagi," ujarnya kepada Telegraph.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pfizer Klaim Vaksinnya Efetktif 90% Lawan Varian Delta


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading