Minggu Ini Puncak Hujan Meteor Perseid, Bisa Dilihat di RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 August 2021 12:10
Ilustrasi hujan meteor. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki minggu kedua di bulan Agustus ini, akan ada sejumlah fenomena astronomi. Termasuk adanya puncak hujan meteor perseids menuju akhir pekan nanti.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan fenomena astronomi minggu ini dan bisa terlihat di langit Indonesia. Berikut daftar fenomena tersebut yang dilaporkan LAPAN dalam situs resminya, dikutip Selasa (10/8/2021):

Konjungsi Bulan-Mars


Fenomena konjungsi Bulan-Mars puncaknya terjadi pada hari ini pukul 07.42 WIB/08.42 WITA/09.42 WIT. Aktivitas itu terjadi Dengan sudut pisah 4,3 derajat jadi fenomena disaksikan dari arah barat-Barat laut sekitar 20 menit setelah matahari terbenam selama 50 menit.

Saat konjungsi terjadi, Bulan berada di fase SabitAwal dengan iluminasi 3,9%-4,1%. Untuk Mars memiliki magnitudo sebesar +1,82, dan sudut pisah kedua obye adalah 4,90 derjaat-5,13 derajat.

Konjungsi Bulan-Venus

Besok giliran puncak konjungsi Bulan-Venus. Fenomena tersebut terjadi pada pukul 14.00 WIB/15.00 WITA/16.00 WIT. Sudut pisahnya 4,3 derajat jadi baru dapat disaksikan dari arah barat sekitar 20 menit setelah Matahari terbenam selama dua jam.

Bulan berada di fase Sabit Awal saat konjungi, dengan imunisasi 9,2%-9.7%. Sedangkan magnitudo Venus sebesar 3,95 dan sudut pisah Bulan-Venus adalah 3,73 derajat-3,4 derajat.

Puncak Hujan Meteor Perseid

Hujan Meteor Perseid terjadi sejak 17 Juli hingga 24 Agustus. Puncak fenomena itu akan terjadi tanggal 12-13 Agustus 2021 mendatang.

Nama hujan meteor berdasarkan titik radian atau asal munculnya hujan meteor yang berada di konstelasi Perseus. Aktivitas ini dari sisa-sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle.

Hujan meteor dapat disaksikan dari arah utara-barat laut hingga utara, mulai dari malam waktu setempat hingga 220 menit sebelum Matahari terbit. Di Indonesia, intensitas maksimum hujan meteor adalah 60-90 meteor per jam dan lajunya mencapai 212.400 km/jam.

Fenomena itu nantinya tidak akan terganggu oleh Bulan fase Sabit Awal berumur 4 hari. Sebab Bulan sudah terbenam saat sebelum tengah malam.

Fase Bulan Perbani Awal

Fenomena di langit pada Minggu ini akan diakkhir dengan Fase Perbani Awal pada 15 Agustus mendatang. Ini adalah salah satu fase Bulan saat mengkonfigurasi antara Matahari, Bumi serta Bulan membentuk sudut siku-siku 90 derajat dan terjadi sebelum fase bulan purnama.

Fase ini akan ada di puncaknya apada pukul 22.20.30 WIB/23.20.39 WITA/ 00.20.39 WIT. Jadi Bulan Perbani Awal bisa disaksikan saat terbitpuul 11.00 aktu setempat dari arah Timur-Tenggara, berkulminasi di dekat Zenit dengan lintang 2-3 derajat Lu sekitar 30 menit sebelum Matahari terbenam dan terbenam di arah Barat-Barat Laut. di tengah malam.

Saat puncak fase Perbani awal, Bulan berjarak 370.068 km dari Bumi dan akan berada di sekitar konstelasi Libra.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Ada Hujan Meteor Eta Aquarid di Indonesia


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading