Bisakah Asteroid Ditambang Untuk Warga Bumi? Ini Kata LAPAN

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 August 2021 14:35
Asteroid Psyhe 16. (Photo : Photo Courtesy of NASA/Newsmakers)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penambangan asteroid dikatakan bisa memberikan keuntungan berlimpah bagi yang melakukannya. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan asteroid bisa jadi sumber berharga untuk peradaban manusia karena menyimpan sejumlah mineral untuk kehidupan sehari-hari.

Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN, Andi Pangerang mengatakan ini terjadi di tengah meningkat permintaan akan bahan logam. Sementara pertambangan di Bumi belum cukup mampu menopang peradaban manusia.

"Di tengah berkurangnya sumber daya mineral di Bumi dikarenakan eksploitasi besar-besaran, ekstraksi unsur-unsur berharga dari sebongkah asteroid yang kemudian dibawa ke Bumi untuk menghasilkan keuntungan menjadi gagasan yang cukup menarik, terlepas dari beberapa kesulitan yang terjadi diantaranya," kata Andi dikutip dari laman Edukasi Sains Lapan, Kamis (5/8/2021).


Dia mengatakan kesulitan bisa berupa biaya penerbangan ke luar angkasa yang mahal. Selain itu juga identifikasi asteroid yang belum bisa diandalkan saat ditambang dan juga ekstraksi bijih logam yang bisa menjadi tantangan.

"Itulah mengapa hingga saat ini, pertambangan di Bumi masih menjadi satu-satunya cara untuk memperoleh bahan baku mineral," kata dia.

Andi menyebutkan terdapat sejumlah misi untuk membawa kembali sampel asteroid ke Bumi. Misalnya misi Hayabusa dan Hayabusa 2 oleh Badan Antariksa Jepang, JAXA serta NASA dengan OSIRIS-Rex yang masih berlangsung untuk mengambil sampel asteroid 101955 Bennu direncanakan seberat 60 gram.

Terdapat tiga tipe umum Asteroid, yaitu Tipe C (berkarbon), Tipe S (mineral silikat), dan Tipe M (moderat). Pada tipe C, asteroid mengandung air cukup berlimpah dan biaya misi bisa dikurangi dengan menggunakan air pada obyek tersebut. Selain itu juga terdapat karbon organik, fosfor dan bahan utama lain untuk pupuk pada asteroid ini.

Sementara Tipe S mengandung sedikit air namun mengandung lebih banyak logam termasuk nikel, kobalt, dan logam lebih berharga (emas, platinum dan rodium). Andi menuliskan asteroid tipe-S berukuran 10 meter mengandung 650 ton logam dengan 50 kg adalah bentuk yang jarang seperti platinum dan emas.

Tipe M mengandung logam hingga 10 kali lebih banyak dari Tipe S. Namun asteroid ini jarang bisa dijumpai.

"Asteroid dekat Bumi dengan subkelas Easily Recoverable Object (ERO) atau objek yang mudah dipulihkan, dianggap sebagai kandidat yang mungkin untuk aktivitas penambangan awal," kata Andi.

Andi juga memberikan empat pilihan menambang asteroid, yakni:

  1. Manufaktur Ruang Angkasa (In-Space manufacturing ISM), bisa diaktifkan dengan Bioing atau penambangan secara biologis.
  2. Membawa bahan asteroid mentah ke Bumi untuk digunakan.
  3. Memproses nya di tempat lalu dibawa kembali bahan yang telah diproses. Dapat diproduksi juga Propelan dalam perjalanan pulang.
  4. Mengangkut asteroid ke orbit yang aman sekitar Bulan atau Bumi serta bisa juga ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Secara hipotesisi, ini memungkinkan sebagian besar bahan terpakai dan lainnya terbuang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

NASA Temukan Asteroid yang Bikin Penduduk Bumi Kaya Raya


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading