Awas Elon Musk, 'Tesla' China Ini Jual Mobil Listrik Murah

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 July 2021 17:20
Xpeng Motors meluncurkan sedan P5 di sebuah acara di Guangzhou, Cina pada 14 April 2021.(Arjun Kharpal | CNBC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi Tesla di China kian sulit. Kali ini perusahaan harus menghadapi produsen mobil listrik China Xpeng Inc. yang menjual produknya dengan harga agresif.

Xpeng merupakan salah satu pemain di industri kendaraan listrik di China, yang dimulai dari pembuat mobil hingga startup.

Xpeng menjual sedan barunya P5 dimulai dari 160 ribu Yuan atau Rp359,1 juta. Ini terjadi tak lama setelah Tesla meluncurkan versi murah dari kendaraan sport Model Y, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (19/7/2021).


P5 diluncurkan awal tahun ini merupakan model produksi ketiga dan sedan kedua setelah P7. Terdapat enam versi dari model ini dengan fitur berbeda dan berkisar 160-230 ribu yuan (Rp359,1 juta-Rp515,6 juta).

Sementara itu, Xpeng menjual P7 dimulai dari 229.900 Yuan (Rp515,4 juta) setelah subsidi. Harga kedua model ini jauh dibawah Tesla Model 3 yakni dimulai dari 250.900 Yuan (Rp562,8 juta).

Sementara itu Tesla memperkenalkan SUV Model Y versi murah dengan jarak tempuh lebih pendek pada bulan ini. Harga mobinya dimulai dari 276 ribu yuan (Rp619,3 juta) setelah subsidi.

Xpeng menggunakan teknologi Lidar atau deteksi cahaya dan teknologi jangkauan di P5 agar meningkatkan sejumlah fitur mengemudi semi-otonomnya. Lidar menggunakan sinar laser sebagai cara memetakan lingkungan di sekitar kendaraan serta mengukur jarak obyek agar mobil bisa menentukan rintangan yang dihadapi.

Dari enam model P5, empat diantaranya menggunakan Lidar dan sistem bantuan pengemudi (ADAS) Xpeng yang disebut Xpilot. Pada kuartal dua 2021, Xpeng berhasil mengirimkan 17.389 mobil. Jumlah itu meningkat jadi 439% year-on-year. Perusahaan juga mengharapkan P5 bisa membantu mendorong peningkatan penjualan pada segmen harga baru.

Sementara itu, Xpeng juga melakukan dual primary listing di Hong Kong dan mengumpulkan sekitar US$1,8 miliar atau Rp26,2 triliun. Sebelumnya perusahaan juga telah terdaftar di New York.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading