Masih Pakai Android Jelly Bean? Ini 'Warning' Terbaru Google

Tech - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
10 July 2021 11:39
FILE PHOTO - A 3D printed Android mascot Bugdroid is seen in front of a Google logo in this illustration taken July 9, 2017. Picture taken July 9, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/r/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Google bakal mengakhiri dukungan terhadap Android Jelly Bean setelah rilis Play Services versi 21.30.99 yang bakal dirilis pada akhir Agustus mendatang.

Hal itu terungkap dalam unggahan di blog resmi Google. Dalam postingan itu dijelaskan bagaimana langkah tersebut diambil. Menurut Google, Android Jelly Bean yang dirilis pada 2012 tersebut kini penggunanya sudah sangat sedikit, kurang dari 1% dari total perangkat Android yang aktif.

Dengan jumlah pengguna yang sedikit itu, Google merasa sudah perlu lagi menghabiskan sumber daya dan waktu develope-rnya untuk mendukung Jelly Bean, demikian pernyataan Google, dikutip Detiknet, Sabtu (10/7/2021).


Android Jelly Bean mempunyai tiga versi, yaitu 4.1, 4.2, dan 4.3, dan mempunyai level API 16 sampai 18. Untuk tetap mendukung Play Services, Google menyarankan developer untuk menaikkan level API-nya ke minimal level 19 yang dipakai di Android KitKat.

"Perangkat Android dengan level API di bawah 19 persentasenya sangat kecil. Kami percaya kalau perangkat lama ini sudah tak lagi aktif digunakan," tulis Google.

"Jika aplikasi anda masih mempunyai pengguna yang signifikan di perangkat tua, anda bisa menggunakan dukungan APK multiple di Google Play untuk menyediakan APK yang menggunakan Google Play Services 21.30.99," lanjut Google.

Sebagaimana mengutip data yang terdapat pada Android Studio, Android 10 saat ini digunakan di 8% perangkat, kemudian Android Pie 30%, dan Android Oreo 20%. Selanjutnya menurut StatCounter, 34,3% ponsel dan tablet Android di Indonesia sudah menjalankan Android 10.

Data yang dihimpun selama Februari 2020 sampai Februari 2021, tidak mengherankan mengingat Google mengharuskan semua ponsel Android yang dirilis tahun 2020 untuk menggunakan Android 10. Tapi Android versi lawas juga masih digunakan di Indonesia.

Di peringkat kedua ada Android 9.0 Pie yang digunakan 20,59% perangkat Android di Indonesia. Padahal pada Februari 2020, sistem operasi ini berada di peringkat pertama dengan persentase 35,2%.

Selanjutnya ada Android 8.1 Oreo yang dijalankan 15,4% pengguna Android di Indonesia. Android versi lawas lainnya seperti Nougat, Marshmallow, Lollipop dan KitKat juga masih ditemukan, tapi angka adopsinya sudah sangat kecil hanya di satu digit.

Tak hanya di Indonesia, Android 10 juga menjadi versi yang paling populer di seluruh dunia dengan pangsa pasar 41%. Sistem operasi ini juga memuncaki wilayah-wilayah seperti Eropa dan Asia di mana adopsi Android 11 masih cukup lamban.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading