Punya Kartu Kredit, Haruskah Bank Ekspansi ke PayLater?

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
03 June 2021 17:20
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam memudahkan transaksi pembayaran customer, berbagai industri financial technology (fintech) menawarkan fitur bayar kemudian atau PayLater. Haruskan perbankan memiliki fitur ini? Simak penjelasan Bank Indonesia (BI)

Asisten Gubernur & Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa PayLater tidak menjadi ancaman untuk bisnis kredit perbankan.

"Karena punya segmen sendiri-sendiri. Paylater punya segmen di e-commerce. Kalau kita lihat produk dan layanan perbankan itu sebetulnya is depend on strategy dan segmen masing-masing pasar," jelas Filianingsih kepada CNBC Indonesia TV, Kamis (3/6/2021).


Artinya, kartu kredit dan PayLater memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, BI akan terus mengawasi berbagai inovasi yang ditawarkan oleh berbagai industri agar bersaing dengan sehat dan konsumen juga tetap terlindungi.

Lantas, apakah BI mendorong perbankan untuk masuk ke bisnis PayLater?

Menjawab pertanyaan itu, Filianingsih menjelaskan bahwa itu semua tergantung terhadap keinginan atau appetite masing-masing perbankan.

"Itu tergantung appetite bank masing-masing. Kartu kredit jumlahnya lebih besar dalam sekali transaksi, banyak (digunakan untuk) traveling. Sementara PayLater jumlahnya kecil-kecil dan filling the gap pembayaran di e-commerce. Keduanya melengkapi dari kebutuhan masyarakat sendiri," tuturnya.

Terpenting, kata Filianingsih, BI akan selalu mendorong inovasi dari perbankan dan produk-produk jasa layanan untuk bisa memenuhi kebutuhan customer.

"Jadi silahkan saja (bank masuk ke PayLater). Tapi yang penting harus ada keseimbangan inovasi dan perlindungan konsumen. Ada persaingan usaha yang sehat. Jadi, masyarakat sekarang ini semakin cerdas memilih alat pembayaran sesuai kebutuhan merek. Otoritas menyediakan berbagai macam sesuai kebutuhan masing-masing," jelas Filianingsih.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading