Berani Beda! Putin Tidak Akan Wajibkan Vaksin Covid-19

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
27 May 2021 19:28
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladímir Vladímirovich Putin tidak akan mewajibkan vaksin Covid-19 bagi warganya. Menurutnya, masyarakat harus melihat sendiri keuntungan imunisasi tanpa harus dipaksa.

Dalam konferensi virtual, Putin mengatakan para pejabat di Rusia telah mengusulkan wajib vaksinasi untuk seluruh populasi. Para pejabat dikatakan sudah menganalisis opsi vaksinasi, terutama untuk pekerja di sektor tertentu, seperti ritel, pendidikan atau transportasi, yang melakukan kontak dengan banyak orang.

Namun, Putin mengaku tidak setuju dengan langkah tersebut. Ia mengatakan tindakan kontroversial tersebut akan menjadi kontraproduktif.


"Menurut pendapat saya, adalah kontraproduktif dan tidak perlu untuk memperkenalkan vaksinasi wajib," katanya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia TASS pada Rabu (26/5/2021).

Putin menambahkan bahwa masyarakat harus menyadari kebutuhan sendiri dan memahami bahwa tanpa vaksin mereka dapat menghadapi bahaya serius bahkan mematikan, terutama untuk orang tua.

Di sisi lain, Putin mendorong masyarakat untuk diimunisasi dan menekankan bahwa vaksin buatan Rusia, Sputnik V, aman digunakan.

"Saya ingin menekankan sekali lagi dan untuk menarik semua warga kami: pikirkan baik-baik, ingatlah bahwa vaksin Rusia, praktiknya telah menunjukkan bahwa jutaan (orang) telah menggunakannya, saat ini yang paling dapat diandalkan dan paling aman," Kata Putin. "Semua kondisi untuk vaksinasi telah dibuat di negara kita."

Terlepas dari permintaan Presiden dan pejabat tinggi lainnya, serta pembangunan pusat vaksinasi di pusat perbelanjaan di kota-kota besar, Rusia menemukan bahwa sebagian besar penduduknya enggan menerima suntikan Covid.

Sejauh ini pejabat telah mencoba berbagai cara, seperti memberikan es krim gratis di Lapangan Merah kepada masyarakat yang mau divaksin, dan kupon belanja atau kartu hadiah senilai 1.000 rubel (Rp 194 ribu) untuk pensiunan. Ada juga laporan dari beberapa wilayah Rusia yang menawarkan insentif tunai untuk mendapatkan kesempatan itu.

Walikota Moskow Sergey Sobyanin secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya atas lambatnya penggunaan vaksinasi dalam blognya. Dia menyoroti bahwa sejauh ini hanya 1,3 juta orang di Moskow yang menerima suntikan dari 12 juta penduduk.

Data Our World In Data per 26 Mei mencatat lebih dari 11% populasi Rusia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona. Angka ini serupa dengan yang terjadi di India, tetapi tertinggal dari negara-negara besar lainnya, seperti Inggris yang telah memberikan lebih dari 70% populasinya setidaknya satu suntikan.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading