Investor Kripto Muak Dengan Elon Musk: Minta Stop Ngetweet

Tech - Tim, CNBC Indonesia
25 May 2021 12:10
Elon Musk, co-founder and chief executive officer of Tesla Inc., arrives in a modified Tesla Model X electric vehicle during an unveiling event for the Boring Co. Hawthorne test tunnel in Hawthorne, California, U.S., December 18, 2018.  Robyn Beck/Pool via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk sempat menjadi pujaan banyak investor uang kripto (cryptocurrency). Namun kini tampaknya mereka mulai muak dengan ocehan Bos Tesla ini.

Pasalnya, komentarnya soal uang kripto tak selalu positif. Hal ini membuat volatilitas harga uang digital ini beberapa kali naik turun secara liar. Terlalu berpengaruhnya komentar Elon Musk ini membuat penggemar Bitcoin bosan.

"Orang-orang yang mengikuti Elon Musk secara membabi buta telah kehilangan banyak uang. Dana itu mungkin hangus dan tak akan pernah kembali," ujar Alex Mashinsky, pendiri dan CEO Celcius, platform peminjaman kripto, seperti dikutip dari CNNInternational, Selasa (25/5/2021).


"Komunitas kripto perlu lebih bertanggung jawab dalam menjelaskan aset ini dan risikonya."

Investor dan analis sangat kesal dengan celotehan Elon Musk soal kripto. Bahkan beberapa pengikutnya di Twitter mulai memintanya untuk tidak berkomentar soal kripto lagi di Twitter karena ulahnya itu telah membuat sebagai investor rugi.

"Elon Musk sangat diperhitungkan," ujar Eloisa Marchesoni, angel investor konsultan uang kripto. "Orang-orang sangat marah."

Tesla tidak merespons permintaan komentar terhadap tinggi pengaruh Elon Musk di Bitcoin, Dogecoin, dan uang kripto lainnya. Tetapi Elon Musk belum berhenti untuk berkomentar di Twitter dan kali ini harganya sedang mendaki.

Selain cuitan Elon Musk, kejatuhan harga uang kripto sepekan terakhir juga karena kebijakan China. Tiongkok melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech pembayaran seperti Alipay dan WeChat Pay memfasilitasi transaksi uang kripto.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading