Studi: Jaga Jarak 1,8 Meter Masih Bisa Tertular Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 April 2021 12:11
INFOGRAFIS, Pro-Kontra Masker Double Efektif Blokir Covid-19? Foto: Infografis/Efektifitas Masker Ganda Blokir Covid-19/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjaga jarak 1,8 meter ternyata tak membuat aman dari Covid-19. Menurut sebuah penelitian risikonya ada, bahkan jika orang menggunakan masker.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology. Kedua peneliti, Martin Z. Bazant dan John W.M Bush mengembangkan metode perhitungan resiko paparan Covid-19 di dalam ruangan, serta memperhitungkan sejumlah dampak transmisi termasuk waktu, penyaringan dan sirkulasi udara, imunisasi, varian,penggunaan masker dan aktivitas pernapasan.

Keduanya mempertanyakan pedoman yang dipegang Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC AS serta WHO. "Kami berpendapat tidak banyak manfaat dari aturan 6 kaki (1,8 meter)," kata Bazant dikutip CNBC Internasional, Senin (26/4/2021).

Bazant menambahkan aturan tersebut tidak memiliki dasar fisik, sebab udara yang dihirup saat menggunakan masker cenderung naik dan turun di tempat lain dalam ruangan. Itulah mengapa akan lebih terpapar daripada dengan orang yang jaraknya jauh.

Droplet yang dibawa di udara saat berbicara, bernapas atau makan dapat menularkan Covid-19. Penelitian menyebutkan penularan itu tidak peduli seberapa jauh jarak satu orang ke yang lainnya.

Contohnya, jika seseorang yang terinfeksi menggunakan masker dan bernyanyi keras di dalam ruangan, orang yang duduk di seberang ruangan tidak lebih terlindungi daripada yang berada di jarak 6 kaki atau 1,8 meter.

"Jarak tidak membantu banyak dan memberikan rasa aman palsu karena Anda berada di 6 feet seaman 60 kaki jika Anda di ruangan. Semua orang di ruangan memiliki resiko yang sama," ungkap Bazant.

Selain itu panduan yang dipegang CDC dan WHO mengabaikan soal jumlah waktu yang dihabiskan seseorang dalam ruangan. Bazant mengatakan semakin lama orang di dalam ruangan dengan yang terinfeksi semakin besar kemungkinan penularannya.

Dia menambah akan lebih efektif membuka jendela atau memasang kipas baru agar udara tetap bergerak, dibandingkan dengan sistem penyaringan udara. Pembatasan orang pada ruangan juga tidak diperlukan menurutnya, namun yang harus jadi catatan adalah waktu yang dihabiskan di dalamya.

"Analisis kami menunjukkan banyak ruangan yang ditutup sebenarnya tidak perlu. Banyak ruangan cukup besar, ventilasi cukup, jumlah waktu yang dihabiskan di ruangan bisa aman bahkan dalam kapasitas penuh dan dukungan ilmiah untuk membatasi kapasitas sangat tidak baik," kata dia.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siapkah RI Distribusi Vaksin Covid ke Pelosok? Simak Nih!


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading