Mohon Maaf Investor Latah, Bitcoin di Ambang Bubble & Crash

Tech - H Purnomo, CNBC Indonesia
20 April 2021 12:52
INFOGRAFIS, 5 Mata Uang Crypto yang Gerogoti Emas Hingga Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin ambles setelah banyak regulator di berbagai negara berupaya untuk menindak tegas aset digital yang awalnya ditujukan sebagai pengganti mata uang fiat ini. Kenaikannya yang mencapai ratusan persen sepanjang 2021 ketika harganya sudah sangat mahal mengindikasikan terjadinya bubble menurut pengamat dan analis.

Adanya spekulasi bahwa inflasi yang tinggi di tengah kebijakan moneter ultra longgar yang ditempuh bank sentral terutama The Fed akan membuat dolar AS semakin jatuh. Devaluasi mata uang yang dilakukan otoritas moneter global membuat investor mencari cara untuk melindungi portofolionya.

"Kita berada dalam gelembung, di beberapa area di market. Terutama di pasar cryptocurrency yang tidak jelas" Mark Mobius

Mark Mobius, Investor Kawakan yang disebut 'Bapak Investasi' ini menyoroti langsung apa yang terjadi di pasar cryptocurrency atau uang digital Bitcoin Cs.

"Kita berada dalam bubble (gelembung), di beberapa area di market. Terutama di pasar cryptocurrency yang tidak jelas," kata Mobius.



Dalam wawancaranya di Financial News, Mobius kembali menegaskan investor jangan mundur dari investasi saham (ekuitas). Karena, investasi tersebut memiliki underlying perusahaan itu sendiri.

"Tidak berarti investor harus mundur dari investasi ekuitas karena investasi di perusahaan yang solid dengan catatan pertumbuhan pendapatan yang terbukti dan neraca yang kuat akan terus berjalan dengan baik dalam jangka panjang."

Mobius berpendapat, adanya investor yang memborong Bitcoin Cs itu dikarenakan kebijakan bank sentral yang salah. Suku bunga terdistorsi sangat rendah yang mendorong investor mencari return yang tinggi.

"Kebijakan bank sentral menyebabkan mundurnya simpanan bank yang tidak menawarkan pengembalian yang wajar ke investasi yang lebih spekulatif," katanya.

Investor Latah

Mobius juga menyinggung mengenai investor. Menurutnya langkah investor di cryptocurrency ini benar-benar semata-mata mencari keuntungan instan dan berlipat. Spekulan!

"Jadi kami sekarang memiliki spekulasi yang luar biasa dalam mata uang kripto dan di perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan tetapi hanya harapan keuntungan."

Mobius bukan satu-satunya yang peduli dengan gelembung. Kepala regulator perbankan China, Guo Shuqing, mengatakan awal pekan ini dia prihatin bahwa pasar keuangan di Eropa, AS dan negara maju lainnya diperdagangkan pada level tinggi yang "berlawanan dengan ekonomi riil."

"Kami sangat khawatir gelembung aset keuangan meledak suatu hari nanti," katanya kepada wartawan di Beijing pada 2 Maret 2021 lalu.

Pete Rizzo, Editor di Bitcoin Magazine menulis di Forbes, kenaikan harga Bitcoin telah memunculkan lebih dari sekadar "gelembung" yang didorong oleh manipulasi pasar dan euforia.

Tetapi bagi mereka yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari fenomena tersebut, bagan adalah tanda terbaru dari kenyataan yang berbeda, bahwa Bitcoin, mengungguli uang pemerintah dalam persaingan pasar bebas yang alami.

"Berbeda dengan bagaimana Anda mungkin melihat Bitcoin dibahas di tempat lain, pernyataan dari artikel ini adalah bahwa sekumpulan bukti telah muncul yang menunjukkan bahwa perangkat lunak telah menciptakan ekonomi yang nyata - meskipun disalahpahami, dan bahwa ekonomi ini sedang membangun dirinya sendiri, jika perlahan, dalam tatanan moneter global."


Musuh Bank Sentral
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading