Android Vs iOS, Siapa Paling Banyak Sedot Data Pengguna?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 April 2021 14:40
Infografis: Apple iOS 13 Vs Google Android Q, Mana yang Paling Unggul?

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang peneliti menemukan Android dan iOS mengirimkan data pengguna ke Google serta Apple. Hasilnya Android mengirimkan 20 kali lebih banyak ke Google dibandingkan kompetitornya itu.

Temuan ini dilakukan oleh Douglas Leith dari Trinity College Irlandia. Untuk penelitian tersebut dia menggunakan Pixel 2 yang menjalankan Android 10 dan iPhone 8 dengan iOS 13.6.1. Dengan iPhone di-jailbreak sementara Google Play aktif pada ponsel Pixel.

Hasilnya, kedua sistem operasi mengirimkan data telemetri. Bahkan saat pengguna belum log in atau mengkonfigurasi pengaturan privasi untuk opt-out pengumpulan data, dikutip dari BGR, Senin (12/4/2021).


Selain itu saat pengguna memasukkan kartu SIM atau melakukan penjelajahan di layar Settings, kedua OS juga melakukan pengiriman data pengguna. Bahkan dalam model siaga, peneliti menemukan perangkat terhubung ke server back-end per 4,5 menit.

Aplikasi pra-Instal pada ponsel juga bertugas melakukan pengiriman data pada dua raksasa teknologi dunia itu. Pada Apple ada Siri, Safari dan iCloud yang melakukan pengumpulan data.

Sementara aplikasi seperti Chrome, Youtube, Google Docs, Safetyhub, dan Google Messenger melakukan ping ke Google, bahkan saat tidak dibuka atau digunakan.

Peneliti melihat jumlah data yang dikirimkan masing-masing OS. Hasilnya Android mengirimkan 1MB data dan iOS 42KB. Setiap 12 jam, Android mengirimkan 1MB ke Google sedangkan iOS 52KB kepada Apple. Selain itu di seluruh AS, Google mengumpulkan data sebanyak 1,3 TB, Apple 'hanya' 5,8 GB.

Lalu apa saja yang dikumpulkan? Douglas menyebutkan ada nama pengguna, alamat email, data kartu pembayaran, dan perangkat lainnya. Ada juga data mengenai alamat IP perangkat yang akan mengungkap lokasi pengguna.

Kedua perusahaan sudah mengomentari penelitian ini dan kompak menyebutkan keberatan akan hasilnya. Google mengatakan adanya kelemahan pada peneliti mengukur volume data dan mengatakan hasil penelitian berbeda dengan temuan internal perusahaan.

"Kami mengidentifikasi kelemahan pada metodologi mengukur volume data dan tidak setuju dengan makalah yang mengklaim perangkat Android membagikan 20 kali data lebih banyak dari iPhone. Menurut hasil penelitian kami, temuan itu tidak sesuai urutan dan kami membagikan masalah metodologi kami dengan peneliti sebelum dipublikasikan," ujar Google.

Pihak perusahaan menyamakan pembagian data ini dengan mobil modern bekerja. Yakni dengan mengirimkan data standard mengenai komponen, status keamanan dan jadwal servis pada produsen mobil.

"Dan ponsel juga melakukan pekerjaan yang sama. Laporan ini merinci komunikasi yang membantu memastikan bahwa software iOS dan Android yang terbaru, layanan berfungsi sebagaimana mestinya dan ponsel aman dan berjalan efisien," lanjut Google.

Juru bicara Google menambahkan tidak akurat pengguna dapat melakukan opt-out dari data telemetri. Sebagai informasi, telemetri dari layanan Device Configuration diperlukan untuk melakukan pembaruan atau menambal OS.

Adanya sejumlah kesalahan pada penelitian juga diungkap juru bicara Apple. Menurutnya, Apple memberikan transparan dan kontrol untuk pengumpulan data pribadi termasuk proteksi privasi terhadap pelacakan lokasi pengguna.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading