Setelah Facebook, 500 Juta Data LinkedIn Bocor!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 April 2021 12:46
Tips Agar Profll LinkedIn Dilirik Perusahaan Impian Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak berselang lama setelah berita kebocoran data di Facebook, kali ini hal yang sama dikabarkan menimpa LinkedIn. Ada 500 juta data pengguna yang beredar dan berisi data pribadi pengguna.

Laporan ini berasal dari CyberNews, terdapat seseorang di forum peretas yang mengklaim menjual data berasal dari 500 juta pengguna LinkedIn. Pada dua juta sampel data yang dijual seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga jenis kelamin.

LinkedIn telah angkat bicara terkait masalah ini. Menurut platform profesional ini, data-data tersebut berasal dari banyak tempat dan tidak semua diambil dari LinkedIn.

"Kami telah menginvestigasi dugaan kumpulan data LinkedIn yang diunggah untuk dijual dan menentukan bahwa itu sebenarnya data dari sejumlah website dan perusahaan," tulis LinkedIn dalam pernyataannya, dikutip The Verge, Jumat (9/4/2021).

LinkedIn menegaskan kejadian ini bukan pelanggaran data dari platformnya. Pihak perusahaan juga mengklaim data yang beredar tidak termasuk data dari akun pribadi pengguna LinkedIn, artinya data yang diambil hanya dari laman publik seseorang saja.



Selain itu pihak LinkedIn belum memberikan komentar apakah akan memberikan notifikasi pada pengguna yang terdampak atas kejadian ini.

Sebelumnya kejadian yang hampir sama dikabarkan menimpa Facebook. Ada 533 juta data pengguna yang bocor dan pihak media sosial itu menyatakan tidak memberitahu pengguna yang tedampak.

Sebelumnya, juru bicara Facebook mengatakan tidak memiliki visibilitas untuk memberitahu pengguna. Selain itu dia beralasan pengguna tidak dapat memperbaiki kesalahan dan data yang ada merupakan untuk umum.

Melansir Reuters, data yang didapatkan tidak termasuk soal keuangan, kesehatan maupun password. Facebook juga mengklaim telah menutup celah kerentanan setelah mengidentifikasi masalah.



Data Pengguna Facebook yang dikabarkan bocor mencapai 533 juta berasal dari 106 negara. Salah satunya termasuk Indonesia dengan 130.331 pengguna.

Informasi tersebut berasal dari CTO Hudson Rock, Alon Gal. Dia mengungkapkan menemukan masalah ini pada Januari lalu saat pengguna di forum peretas mengiklankan bot otomatis menjual data nomor ponsel dari ratusan juta pengguna Facebook.

Kebocoran data termasuk nomor ponsel, ID Facebook, nama lengkap, dan tanggal lahir. Beberapa kasus juga menyertakan data alamat email.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading