Cara Terbaru Xiaomi Tantang Apple & Samsung, Geser Huawei

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 March 2021 10:50
CEO Xiaomi, Lei Jun, memperkenalkan Mi 11 pada Senin (28/12/2020) di Beijing, Tiongkok. [Dok Xiaomi]

Jakarta, CNBC Indonesia - Xiaomi menutup bulan ini dengan meluncurkan Mi 11 series. Salah satu ponsel, Mi 11 Ultra membuat perusahaan masuk dalam kompetisi ketat dengan pemimpin pasar global saat ini Samsung dan Apple, serta juga Oppo dan Vivo.

"Awal tahun ini kami mulai dengan bergerak ke pasar kelas atas. Saya pikir kami telah menemukan pijakan di pasar kelas atas," kata CEO Xiaomi, Lei Jun dikutip CNBC Internasional, Selasa (30/3/2021).

Ponsel hari ini dibuat melalui Kameranya. Nampaknya Xiaomi mengetahui itu dan menurut Wakil Presiden Riset Perangkat Klien IDC, Bryan Ma, Xiaomi menampilkan hal luar biasa untuk Mi11 Ultra.


Setelah Mi11 series diluncurkan Xiaomi pun tak bisa berdiam diri dengan nyaman. Sebab menuntut Bryan Ma persaingan di kelas tersebut sangat ketat.

"Xiaomi mungkin berdebar-dear setelah peluncuran malam ini, namun kompetisi dari rivalnya sangat ketat yang membuat Xiaomi tidak bisa duduk lama dengan nyaman," ujarnya.

Mi11 Ultra jadi varian tertinggi dari seluruh ponsel yang diluncurkan malam tadi. Melansir GSM Arena, perangkat itu hadir dengan ukuran layar 6,81 inci dengan pelindung Corning Gorilla Victus di bagian depannya.

Kamera depan ditempatkan dalam punch hole, dengan resolusi 20MP. Sementara bagian belakang nya terdapat 50MP untuk wide, lensa periscope 48MP dengan kemampuan 5x optical zoom, serta ultrawide 48MP.

Dapur pacunya menggunakan Qualcomm Snapdragon 888. Dari sisi baterai, Mi 11 Ultra memiliki 5000 mAh serta dukungan Fast Charging dan Fast Wireless Charging sebesar 67W.

Mi11 Ultra dijual mulai dari 5999 yuan atau sekitar Rp13 jutaan dan versi tertingginya senilai 6999 yuan (Rp15,3 jutaan).

Tadi malam Xiaomi juga meluncurkan Mi11 Lite dan Mi11 Lite 5G serta Mi 11 Pro.

Mengisi Kekosongan Huawei

Selain berhadapan dengan Apple dan Samsung, nampaknya Xiaomi berusaha untuk mengisi kekosongan yang ditinggal Huawei. Raksasa teknologi itu diketahui tersandung masalah dengan mendapatkan sanksi dari AS.

Menurut riset Counterpoint Research, pengiriman global Huawei menurun 41% year-on-year pada kuartal keempat. Di benar Eropa, pengiriman Huawei juga anjlok mencapai 62%.

Sebaliknya, Xiaomi, Oppo dan Vivo mengalami pertumbuhan shipments dua digit dala waktu yang sama menurut laporan Canalys. Xiaomi juga mencatatkan diri sebagai pembuat smartphone terbaik ketiga dalam periode yang sama.

Menurut Direktur Penelitian Counterpoint Research, Neil Shah, Xiaomi bekerja dengan baik mengisi kekosongan Huawei. Namun menurutnya Xiaomi bukan yang terbaik dalam segmen premium jika dibandingkan rivalnya.

"Xiaomi bekerja dengan baik untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Huawei di segmen menengah ke bawah khususnya di Eropa, Amerika Latin. Segmen premium masih diperebutkan. Samsung dan Apple masih yang terbaik diposisinya untuk mendapatkan volume ini, diantara merk China, OnePlus dan Oppo menjadi paling baik," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading