BI Bikin Rupiah Digital, Ini Dampak ke Dunia Usaha

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 February 2021 12:15
FILE PHOTO: An Indonesia Rupiah note is seen in this picture illustration June 2, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar mendukung rencana Bank Indonesia (BI) untuk menerbitkan Rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

Sany menjelaskan dengan rupiah digital ini, akan berdampak baik terhadap perekonomian Indonesia. Dengan proses transaksi yang semakin cepat dan mudah, tingkat konsumsi masyarakat akan naik.

"Perputaran uang semakin cepat dan memicu perkembangan sektor riil. Semakin banyak usaha di sektor riil yang menarik investor," jelas Sanny kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Kamis (25/2/2021).


Dampaknya ke pelaku usaha sendiri, kata Sanny salah membuat transaksi kegiatan ekonomi seperti ekspor dan impor menjadi lebih mudah dan cepat.

"Dengan proses transaksi yang semakin cepat dan mudah, tingkat konsumsi masyarakat akan naik. Perputaran uang semakin cepat dan memicu perkembangan sektor keuangan," kata Sanny melanjutkan.

Kendati demikian, kata Sanny penerbitan uang digital ini harus dimatangkan dan diterbitkan dengan kehati-hatian, sebagai antisipasi implikasi di depannya.

Mengingat Rupiah digital ini berhubungan dengan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Selain itu juga area teknis mengenai pilihan teknologi dan distribusinya juga perlu diperhatikan.

"Harus ada aturan yang jelas dan sistem pengawasan dan perlindungan oleh Bappebti dulu agar menghindari efek-efek negatif yang mungkin timbul," tuturnya.

Untuk diketahui, Bappebti adalah Badan Pengawas Perdagangan Komoditi. Bappebti merupakan lembaga terpercaya yang juga terintegrasi langsung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta lembaga hukum seperti halnya Polri. Kedudukannya secara hukum sudah diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 tentang perdagangan berjangka komoditi.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan saat ini BI tengah menyiapkan penerbitan rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) untuk menyokong digitalisasi ekonomi dan membendung popularitas cryptocurrency.

Hal tersebut disampaikan Perry saat menjawab pertanyaan Founder/Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengenai cryptocurrency dalam diskusi bertajuk CNBC Indonesia Economic Outlook 2021.

"Kami sedang rumuskan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang BI akan terbitkan dan edarkan dengan bank-bank dan fintech secara wholesale dan ritel," ujar Perry Warjiyo, seperti dikutip Jumat (26/2/2021).

"Dalam konteks ini, kami juga melakukan kerja sama beserta dengan bank-bank sentral lain. Kami antara bank sentral saling studi untuk menyusun dan mengeluarkan insyaallah ke depannya central bank digital currency," kata Perry melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading