Resmi! Militer Myanmar Dilarang Gunakan Facebook & Instagram

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
25 February 2021 14:02
Figurines are seen in front of the Facebook logo in this illustration taken March 20, 2018. REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Facebook per Kamis (25/2/2021), menyatakan telah melarang militer Myanmar menggunakan Facebook dan Instagram. Dalam sebuah unggahan di blog resminya, Facebook mengungkapkan alasan di balik kebijakan itu.

"Peristiwa demi peristiwa sejak kudeta 1 Februari 2021, termasuk kekerasan yang mematikan, merupakan pemicu di balik larangan ini," tulis Facebook seperti dilansir Reuters. "Kami percaya risiko mengizinkan Tatmadaw (militer Myanmar) untuk aktif di Facebook dan Instagram terlalu besar."

Lebih lanjut, Facebook menyatakan akan melarang semua "entitas komersial yang terkait dengan Tatmadaw" untuk beriklan di platformnya. Dikatakan kalau keputusan untuk melarang tentara Myanmar datang karena "pelanggaran hak asasi manusia yang sangat parah dan risiko yang jelas dari kekerasan yang diprakarsai oleh militer di masa depan di Myanmar" serta sejarah militer yang berulang kali melanggar aturan Facebook, termasuk sejak kudeta digencarkan.

Pemerintah Myanmar yang kini dikuasai militer belum memberikan tanggapan atas keputusan Facebook.



Seperti diketahui, Facebook merupakan salah satu platform media sosial yang jamak digunakan junta untuk berkomunikasi kepada publik. Beberapa tahun belakangan, manajemen Facebook dikritik karena gagal menahan kampanye ujaran kebencian melalui media sosial itu.

Sebelumnya, per 2018, Facebook melarang panglima militer Min Aung Hlaing (sekarang penguasa militer) dan 19 perwira dan organisasi senior lainnya serta menghapus ratusan halaman dan akun yang dijalankan anggota militer.

Menjelang pemilihan November lalu, Facebook mengumumkan telah menghapus jaringan 70 akun palsu dan halaman yang dioperasikan anggota militer yang telah mengunggah konten positif terakait tentara atau kritik terhadap Suu Kyi dan partainya, yaitu LND.

Manajemen Facebook bilang ada upaya untuk membangun kembali jaringan yang dijalankan tentara yang sebelumnya telah dihapus.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading