Vaksin Sinovac Manjur 65,3%, Orang Masih Bisa Kena Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 February 2021 14:50
Health workers guide drivers to shots of China's Sinovac CoronaVac vaccine during a priority COVID-19 vaccination program for the elderly at a drive-thru set up in the Pacaembu soccer stadium parking lot in Sao Paulo, Brazil, Monday, Feb. 8, 2021. (AP Photo/Andre Penner) Foto: AP/Andre Penner

Jakarta, CNBC Indonesia - Program vaksinasi yang telah berjalan saat ini menggunakan Sinovac dengan efikasi 65,3%. Apa artinya untuk imunitas tubuh orang?

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad, Kusnandi Rusmil, menjelaskan artinya saat seseorang disuntik vaksin maka peluangnya 65,3% terlindungi dari Covid-19. Sementara itu batas minimal efikasi berdasarkan WHO adalah 50%.

Ia menjelaskan perbedaan angka efikasi di sejumlah negara karena ada perbedaan kelompok orang yang dilakukan penelitian. Misalnya saja Turki 91% dan Brasil 75% yang kemudian angkanya menurun.

"Kebetulan di Turki dilakukan uji klinis kebanyakan yang ikut itu adalah petugas kesehatan, sehingga sudah banyak yang kebal. Nah demikian juga Brazil yang banyak petugas kesehatan," ungkap Kusnandi dalam acara Profit CNBC Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Namun angka itu menurun saat petugas kesehatan dikeluarkan dari penelitian. Contohnya efikasi di Brasil menjadi 50% yang sebelumnya 75%.

Dia juga mengatakan jika efikasi 65% di Indonesia tak menjamin seseorang anti mengidap Covid-19. Menurutnya masih bisa tekan penyakit namun dengan skala ringan dan tidak membahayakan.

"Gejala nya ringan dan tidak membuat penyakit yang membahayakan," kata Kusnandi.

Kusnandi mencontohkan hal yang sama juga terjadi pada bayi yang dalam beberapa periodenya harus diimunisasi. Para bayi tersebut juga kemungkinan masih terjangkit penyakit namun bergejala ringan.

Selain itu juga tetanus, orang masih bisa terkena pada orang dengan daya tahan rendah.

Menurutnya saat diimunisasi sebenarnya membuat kebal pada penerima vaksin. Namun ada juga orang tertentu memiliki kekebalan yang kurang dan membuatnya terkena penyakit.

"Sehingga bisa kena penyakit. Kalau sudah pernah diimunisasi, kalau toh kena penyakit, penyakitnya ringan, tidak membahayakan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Vaksin Corona Ditemukan, RI Suntikkan 20 Juta Vaksin/Bulan


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading