Telegram Jadi Aplikasi Terpopuler, Sikat WhatsApp?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 February 2021 16:31
REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to a screen projection of Telegram logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Telegram menjadi aplikasi mobile terpopuler non game pada Januari 2021 lalu. Platform itu berhasil mengalahkan WhatsApp dalam laporan yang diungkapkan Sensor Tower.

Menurut laporan itu, Telegram telah diunduh lebih dari 63 juta kali pada Januari 2021. Angka itu 3,8 kali lebih banyak pada waktu yang sama tahun lalu, dikutip Rabu (10/2/2021).

Indonesia jadi penyumbang kedua terbesar angka pemasangan Telegram bulan lalu dengan 10%. Sementara terbanyak dilakukan oleh India dengan 24%.


Dalam laporan tersebut terlihat secara keseluruhan, Telegram Jadi peringkat pertama aplikasi mobile non game paling populer sama seperti yang terjadi di Google Play Store. Sementara di App Store, Telegram ada di peringkat keempat.

Namun capaian Telegram itu tak bisa dikejar oleh WhatsApp. Dalam peringkat keseluruhan, platform milik Facebook berada di urutan kelima, lalu App Store berada di nomor tujuh dan peringkat keenam pada Google Play Store.

WhatsApp juga tak bisa mengalahkan rival lainnya yakni Signal. Platform tersebut berada di peringkat tiga untuk keseluruhan pengunduhan dan kedua untuk Google Play Store.

Namun memang Signal kalah dalam peringkat di App Store yakni berada di urutan ke-10.

Capaian WhatsApp ini juga berbeda dengan laporan Sensor Tower untuk bulan Desember 2020. Baik di peringkat Overall Download, App Store dan Google Play Store, aplikasi itu berada di peringkat tiga.

Bulan lalu Telegram hanya berada di peringkat kesembilan untuk peringkat secara keseluruhan dan Google Play Store. Sementara App Store, Telegram tak masuk dalam 10 besar.

Nampaknya ini karena rencana kebijakan privasi baru yang diumumkan WhatsApp pada pertengahan Januari lalu. Sejumlah pengguna saat itu sempat menyatakan kemarahannya sebab ada permintaan untuk menghapus platform jika tak menyepakati kebijakan itu.

Mereka melakukan penghapusan pemasangan aplikasi pada ponselnya. Setelah keributan itu, aturan yang awalnya akan berlaku pada 8 Februari 2021 diundur menjadi 15 Mei 2021 dengan alasan WhatsApp ingin menjelaskan kebijakan lebih baik lagi untuk penggunanya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading