Varian Baru Corona Muncul, Keampuhan Vaksin Dipertanyakan

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 January 2021 10:34
Penampakan virus corona yang diisolasi (Foto: NMDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru virus corona Covid-19 bisa mengurangi keefektifan dari vaksin yang beredar saat ini. Selain itu menurut para peneliti, varian dari Afrika Selatan bernama 501Y.V2 dapat menghindari serangan antibodi yang menggunakan plasma darah dari pasien sembuh.

"Lebih lanjut 501Y.V2 menunjukkan secara substantial atau seluruhnya menghindari netralisir antibodi di plasma Covid-19," tulis tim peneliti dari tiga universitas Afrika Selatan yang bekerja sama dengan National Institute for Communicable Disease (NICD), dikutip Reuters, Kamis (21/1/2021).

Sebagai informasi, pengobatan menggunakan plasma darah dari pasien sembuh memang belum menunjukkan keefektifannya. Namun di sejumlah negara sudah disetujui tindakan tersebut dalam keadaan darurat.


Mereka juga menyoroti keefektifan vaksin pada varian baru. Kesimpulannya 501Y.V2 dapat mengurangi tingkat kemanjuran pada vaksin Covid-19.

Namun menurut penelitian, keefektifan vaksin pada 501Y.V2 itu harus diuji kembali dalam Uji Klinis skala besar. Namun mereka mendorong untuk membuat vaksin baru dirancang untuk varian virus baru yang saat ini sedang berkembang.

Varian 501Y.V2 memiliki tingkat penularan lebih dari 50% dibanding sebelumnya. Sampai saat ini virus tersebut sudah menular setidaknya dalam 20 negara sejak dilaporkan World Health Organization atau WHO pada Desember lalu.

Kemunculan varian baru ini, mendorong Afrika Selatan masuk ke gelombang kedua pandemi Covid-19. Negara itu mengalami puncak kasus harian di atas 21 ribu pada Januari 2021.

Angka tersebut cukup tinggi dibanding gelombang pertama, sebelum akhirnya mengalami penurunan sebanyak 12 ribu kasus perharinya.

Selain di Afrika Selatan, sejumlah varian baru juga ditemukan di negara lain dalam beberapa bulan terakhir termasuk di Inggris dan Brasil.

Berkurangnya keefektifan vaksin pada varian baru juga diketahui oleh peneliti dan politisi di Inggris. Mereka menyatakan keprihatinannya atas hal tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading