Ilmuwan Khawatir Vaksin Gagal Lawan Varian Baru Corona Afsel

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 January 2021 07:13
A droplet falls from a syringe after a health care worker is injected with the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Women & Infants Hospital in Providence, R.I., Tuesday, Dec. 15, 2020. (AP Photo/David Goldman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para Ilmuwan Inggris menyampaikan kekhawatirannya soal vaksin Covid-19 yang telah diluncurkan di Inggris Raya kemungkinan tidak dapat melindungi penduduk dari varian baru virus corona yang muncul di Afrika Selatan dan telah menyebar secara global.

Dalam beberapa pekan terakhir, Inggris dan Afrika Selatan telah mendeteksi varian baru virus corona yang lebih menular yang telah mendorong lonjakan kasus Covid-19. Bahkan Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan dia sangat khawatir pada varian yang diidentifikasi di Afrika Selatan.

Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, mengatakan bahwa meskipun kedua varian memiliki beberapa fitur baru yang sama, yang ditemukan di Afrika Selatan "memiliki sejumlah mutasi tambahan ... yang mengkhawatirkan".


Hal ini termasuk perubahan yang lebih ekstensif pada bagian penting dari virus yang dikenal sebagai protein lonjakan - yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia - dan "mungkin membuat virus cukup kuat melawan respons kekebalan yang dipicu oleh vaksin".

Lawrence Young, seorang ahli virologi dan profesor onkologi molekuler di Universitas Warwick, juga mencatat bahwa varian Afrika Selatan memiliki "mutasi lonjakan ganda".

"Akumulasi lebih banyak mutasi lonjakan pada varian Afrika Selatan lebih memprihatinkan dan dapat menyebabkan beberapa penyimpangan dari perlindungan kekebalan," katanya.

Beberapa ilmuwan termasuk CEO BioNTech Ugur Sahin dan John Bell, Profesor Regius Kedokteran di Universitas Oxford, mengatakan mereka sedang menguji vaksin Covid-19 terhadap varian baru dan berjanji membuat perubahan yang diperlukan dalam waktu sekitar enam minggu.

Menurut para ilmuwan, varian baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan dan Inggris berkaitan dengan viral load yang lebih tinggi, yang berarti konsentrasi partikel virus yang lebih besar di tubuh pasien, yang kemungkinan berkontribusi pada peningkatan penularan.

Informasi saja saat ini sudah ada empat vaksin Covid-19 yang disetujui sejumlah negara untuk melakukan vaksinasi. Yakni, Prizer, Moderna, AstraZeneca dan Sinopharm. Inggris sendiri baru memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer dan AstraZeneca. Kabarnya dalam waktu dekat Inggris juga izinkan vaksin Moderna.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading