7 Tahun Beri Layanan Gratis, Telegram Akhirnya Cari Duit

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 December 2020 19:19
REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to a screen projection of Telegram logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Aplikasi perpesanan populer Telegram akan meluncurkan layanan berbayar di 2021 setelah tujuh tahun lama menggratiskan layanannya kepada pengguna. Telegram merupakan pesaing dari WhatsApp.

Pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov mengatakan perusahaan yang sedang tumbuh membutuhkan setidaknya beberapa ratus juta dolar per tahun dan Telegram membutuhkan pendanaan untuk terus berkembang.

"Telegram akan mulai menghasilkan pendapatan mulai tahun depan," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/12/2020).


Pavel Durov menambahkan ia tidak berencana Telegram kepada investor sehingga butuh mencari cara lain untuk mendapatkan pendanaan. Ia mengklaim selama ini dia menggunakan tabungan pribadinya untuk menjalankan Telegram.

"Namun dengan pertumbuhan saat ini, Telegram berada dijalur yang tepat untuk menjangkau miliar pengguna dan membutuhkan pendanaan yang sesuai," jelasnya.

Namun ia menegaskan fitur layanan gratis yang selama ini sudah ada di Telegram, tetap akan digratiskan.

Pavel Durov dan Nikolai Durov meluncurkan Telegram pada 2013. Saat ini pengguna aktif Telegram sudah mencapai 500 juta pengguna, kalah jauh dari WhatsApp, yang berusia 10 tahun, yang memiliki 2 miliar lebih pengguna aktif

Telegram disebut-sebut sebagai salah satu aplikasi berbagi pesan yang aman karena menjalankan fitur end-to-end encryption lebih rumit dari WhatsApp sehingga aplikasi ini sulit disadap hacker.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading