Gokil! Trump Disebut Tahu Soal Keberadaan Alien di Bumi

Chandra Asmara,  CNBC Indonesia
09 December 2020 11:30
Gokil! Trump Disebut Tahu Soal Keberadaan Alien di Bumi
Foto: 'storm' Area 51, pangkalan militer rahasia AS yang diyakini oleh para penggemar UFO untuk menyimpan rahasia pemerintah tentang makhluk luar angkasa (REUTERS/Jim Urquhart)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan kepala keamanan luar angkasa Israel Haid Eshed mengatakan penduduk Bumi telah melakukan kontak dengan makhluk luar angkasa dari dari "Galactic Federation".

"Benda terbang tak dikenal (UFO) telah meminta untuk tidak mempublikasikan mereka ada di sini, umat manusia belum siap," ujar Haid Eshed dalam wawancara dengan surat kabar Israel Yediot Aharonot, seperti dihimpun dari NBC News, Rabu (9/12/2020).

Haid Eshed menambahkan perjanjian antara manusia dengan alien sudah ditandatangani, termasuk pembentukan pangkalan bawah tanah di Mars, di mana terdapat perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Alien.

"Ada kesepakatan antara pemerintah AS dan Alien. Mereka menandatangani kontrak untuk melakukan eksperimen di Bumi. Alien ingin tahu tentang kemanusiaan dan berusaha memahami struktur alam semesta," ujar pensiunan Jenderal dan profesor yang disegani ini.

Haid Eshed mengungkapkan Presiden AS Donald Trump mengetahui keberadaan makhluk luar angkasa ini dan hampir saja mengungkapkannya ke publik. Namun dicegah agar tak terjadi "histeria massal".

Gedung Putih dan pejabat Israel menolak menanggapi permintaan konfirmasi dari NBC News. Juru Bicara Pentagon Sue Gough menolak berkomentar.

Seorang Juru Bicara NASA mengatakan salah satu tujuan utama badan itu adalah mencari kehidupan di alam semesta, tetapi belum menemukan tanda-tanda kehidupan di luar Bumi.

"Meskipun kami belum menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi, NASA sedang mengeksplorasi tata surya dan sekitarnya untuk membantu kami menjawab pertanyaan mendasar, termasuk apakah kita sendirian di alam semesta," ungkap Juru Bicara NASA.

Nick Pope, yang biasa menyelidiki UFO untuk Kementerian Pertahanan Inggris, menggambarkan pernyataan Haid Eshed sebagai "luar biasa."

"Mungkin ini semacam lelucon praktis atau aksi publisitas untuk membantu menjual bukunya, mungkin ada sesuatu yang hilang dalam terjemahan, atau seseorang ingin meningkatkan popularitas," katanya.

(roy/roy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article 100 Sinyal Dikirim ke Bumi dari Luar Angkasa, Ilmuwan Sebut Alien


Most Popular
Features