Soal Vaksinasi, Pakar: RI Ketinggalan dari Negara Lain

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
23 November 2020 18:57
Infografis/Ini Sederet Kabar bahagia Soal Vaksin Covid-19/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dinilai sudah tertinggal dibandingkan dengan negara lain soal pengendalian sejumlah penyakit melalui vaksinasi. 

"Kita sudah banyak ketinggalan. Ada 3 vaksin yang sebetulnya sudah muncul 10 tahun yang lalu, PCV untuk Pneumonia, HPV untuk kanker serviks, kemudian Vaksin Rotavirus untuk diare," ujar Pakar Imunisasi, dr. Jane Soepardi di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, banyak negara berkembang yang sudah menyediakan ketiga vaksin ini. Adapun untuk Vaksin PCV dan HPV baru beberapa provinsi di Indonesia yang bisa mendapatkan vaksin ini. "Ini karena vaksinnya impor," ujarnya.


Sementara itu, untuk jenis vaksin Rotavirus, Bio Farma yang merupakan perusahaan farmasi Indonesia akan memproduksi vaksin yang satu ini. Dia berharap vaksin ini tersedia pada tahun 2022.

"Bio Farma sudah produksi, kita bisa imunisasi ini ke seluruh anak-anak kita semua," katanya.

Menurut dr Jane, vaksin terbukti ampuh untuk memusnahkan penyakit, diantaranya adalah penyakit lampau seperti cacar, campak hingga Pneumonia.

"Vaksin itu, lahirnya tidak bersamaan. Pertama vaksin cacar, kemudian Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Itu lahirnya satu-satu, tidak bersamaan, dan jaraknya agak panjang," katanya.

"Dengan lahirnya vaksin, masyarakat tidak sadar bahwa beberapa penyakit mulai hilang karena ada vaksinnya," imbuhnya.

Campak menjadi salah satu penyakit yang ditakuti. Karena adanya imunisasi campak, kasus untuk penyakit ini hampir tidak ada lagi. Hal ini hingga membuat masyarakat lupa akan penyakit campak.

Namun, jangan lantas meremehkan penyakit yang sudah tidak ada lagi. Hal ini terutama dengan tidak melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal.

Sebab, jika hal ini terjadi, memungkinkan penyakit lama bisa kembali. Dia mencontohkan yang saat ini terjadi yaitu penyakit difteri.

"Tiba-tiba bisa bilang 'Ah tak perlu imunisasi campak' inilah bahayanya. Masyarakat harus terus diberi tahu terkait ini. Jangan berubah pikiran," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading