Sempat Tolak Vaksin Corona, Bos Tesla Akui Positif Covid-19

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 November 2020 13:15
FILE PHOTO: Tesla Chief Executive Office Elon Musk speaks at his company's factory in Fremont, California, U.S., June 22, 2012.   REUTERS/Noah Berger/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Inc, Elon Musk mengatakan jika dirinya kemungkinan besar terpapar kasus Covid-19 pada Sabtu (14/11/2020) setelah melakukan beberapa kali tes yang mengeluarkan hasil berbeda.

"Saya mendapatkan hasil yang sangat berbeda dari laboratorium yang berbeda, tetapi kemungkinan besar saya memiliki mengalami covid sedang. Gejala saya adalah flu ringan, yang tidak mengherankan karena virus corona adalah jenis flu," tulis Musk lewat akun Twitternya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/11/2020).

Namun Musk tidak menyebutkan apakah hasil tes tersebut berasal dari uji reaksi berantai polimerase, yang lebih akurat daripada uji cepat.


"Sedikit naik dan turun. Terasa seperti pilek biasa, tetapi tubuh lebih sakit & kepala keruh daripada batuk/bersin," tulis CEO Tesla dalam menjawab pertanyaan pengguna tentang gejala yang ia alami.

Musk mengatakan pada Kamis (12/11/2020) bahwa hasil tes antigen cepat dari mesin dan tes yang sama menunjukkan dua hasil positif, sedangkan dua lainnya negatif.

Dalam sebuah wawancara dengan Podcast New York Times sebelumnya, Musk sempat menyatakan ia dan anaknya menolak disuntik vaksin saat vaksin corona ditemukan. Alasannya, ia merasa tidak berisiko terkena Covid-19.

"Tidak [mengambil vaksin], saya tidak berisiko terkena Covid-19. Anak-anak saya juga tidak," ujar Musk.

Musk juga salah satu pengusaha yang mengkritik kebijakan lockdown pemerintah daerah Amerika Serikat (AS). Bahkan pada Mei lalu ia mengoperasikan pabrik Tesla di Alameda County dan meminta karyawan kembali bekerja, padahal daerah tersebut sedang lockdown.

"Menurut saya lockdown seluruh negeri sebagai sebuah kesalahan besar. Harus langkah yang diambil adalah melakukan karantina pada mereka yang berisiko sampai penyakit ini berlalu," ujarnya.

Elon Musk juga masih bersikeras jika lockdown bukan solusi lawan corona. Menurutnya corona memiliki penularan yang tinggi tetapi tingkat kematiannya sangat rendah.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading