Heboh Brasil Tolak Beli Vaksin Sinovac, Begini Respons China!

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 October 2020 17:02
FILE - In this  July 17, 2020, file photo, Brazil's President Jair Bolsonaro who is infected with COVID-19, wears a protective face mask as he flashes thumbs-up at supporters during a Brazilian flag retreat ceremony outside his official residence Alvorada Palace, in Brasilia, Brazil. Bolsonaro announced his illness in July and used it to publicly extol hydroxychloroquine, the unproven malaria drug that he’d been promoting as a treatment for COVID-19 and was taking himself. (AP Photo/Eraldo Peres, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernyataan Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang mengatakan tak akan membeli vaksin Covid-19 China membuat publik gempar. Pria berusia 65 tahun dari Partai Liberal Sosial Brazil itu mengatakannya pada hari Rabu (21/10/2020) waktu setempat. 

Merespons desakan dari pendukungnya di media sosial untuk tak membeli vaksin Sinovac Bolsonaro berkata. "Kita tak akan membeli vaksin China". Bolsonaro menegaskan bahwa vaksin tersebut belum selesai uji klinis. 

Lebih lanjut ia juga berkata bahwa masyarakat Brazil bukanlah binatang percobaan. Pernyataan tersebut ia lontarkan sehari setelah Menteri Kesehatannya Eduardo Pazuello mengatakan Brazil akan membeli 46 juta dosis vaksin Sinovac untuk program imunisasi Covid-19. 


Sebelumnya di akhir September lalu beredar kabar bahwa pemerintah Brazil telah menandatangani kontrak senilai US$ 90 juta (Rp 1,3 triliun) untuk menerima sejumlah dosis vaksin potensial dari perusahaan biotek asal China Sinovac. 

Sinovac merupakan salah satu pengembang vaksin asal China yang termasuk menjadi pionir. Pengalamannya yang pernah mengembangkan vaksin untuk SARS meski gagal telah menuntunnya menjadi salah satu pengembang yang leading.

Kandidat vaksin buatan Sinovac menggunakan virus SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19) yang 'dimatikan' untuk selanjutnya diinjeksikan ke orang-orang melalui imunisasi. Pelaksanaan uji klinis tahap III kandidat vaksin ini tersebar di tiga negara yaitu di Turki, Brazil dan Indonesia.

Di Brazil, sponsor uji klinis tahap akhirnya adalah Butantan Institute yang merupakan lembaga riset domestiknya. Ketua investigator uji klinis di Brazil bernama Ricardo Palacios, MD, PhD. Uji coba vaksin dilakukan terhadap 8.870 peserta uji sejak 21 Juli 2020 dan diperkirakan berakhir pada Oktober tahun depan.

Rencananya ke depan vaksin tersebut akan diproduksi oleh Butantan dan masih perlu mendapat persetujuan dari otoritas dan regulator kesehatan setempat. Berdasarkan data kompilasi John Hopkins University CSSE, Brazil saat ini menjadi negara ketiga dengan kasus Covid-19 terbanyak setelah AS dan India. 

Sebanyak 5,3 juta masyarakat Brazil dilaporkan telah terjangkit Covid-19 dan 155 ribu di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Ini menjadikan jumlah kematian akibat Covid-19 di Brazil menjadi terbanyak kedua di dunia setelah Paman Sam.

Bagaimana Reaksi China ?

Ketika ditanya soal pernyataan Bolsonaro, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam sebuah acara paparan media mengatakan bahwa penelitian vaksin Covid-19 China termasuk yang paling terdepan. Ia menambahkan saat ini ada empat kandidat vaksin China yang sudah masuk fase terakhir uji klinis tahap III. 

Mengacu pada data kompilasi WHO, empat kandidat vaksin China tersebut adalah buatan dari tiga pengembang yaitu Sinovac, Sinopharm sebagai perusahaan pelat merah China dan CanSino Biological Inc. 

"Riset dan pengembangan vaksin Covid-19 China memang mendapat sambutan hangat dari berbagai negara," kata Zhao seraya menambahkan bahwa China juga merupakan bagian dari COVAX, aliansi WHO yang berperan untuk mendistribusikan vaksin ke seluruh dunia secara adil.

Keputusan Bolsonaro dinilai sebagai peredam dorongan China untuk menggunakan vaksinnya sebagai alat diplomatik untuk meningkatkan citra globalnya dengan memasok vaksin virus corona ke negara-negara berkembang khususnya.

Namun, Zhao mengatakan bahwa China berkomitmen mendedikasikan vaksin buatannya bagi kepentingan publik global, sebagaimana dilaporkan CNBC TV18 selaku bagian dari jaringan CNBC global.

"China akan berkontribusi pada aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang. China dan Brasil telah melihat kerja sama yang baik dalam pengendalian Covid-19. Kami percaya bahwa kerja sama seperti itu akan berkontribusi pada kemenangan akhir dan mutlak kami atas virus tersebut. di China, Brazil, dan di seluruh dunia," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading