Bos BCA Ungkap Ancaman Besar yang Buat Bank Ditinggal Nasabah

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 October 2020 13:28
Mesin ATM

Jakarta, CNBC Indonesia - Terjadinya digitalisasi perbankan akibat pandemi Covid-19 membuat perbankan mau tak mau harus dilakukan agar perbankan bisa tetap menyesuaikan perubahan itu. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan perilaku dan ketidakpastian ekonomi di era normal baru.


Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan digitalisasi ini harus dilakukan karena terbatasnya ruang gerak dan mobilitas orang, mengharuskan aktivitas perbankan harus dilakukan dari rumah. 

"Tapi mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus melakukan hal itu, karena kalau tidak digital kita juga akan tidak terpakai," kata Jahja beberapa waktu lalu.



Meski demikian, kata dia, era digitalisasi perbankan atau open banking juga menghadapi masalah baru seperti pembaruan sistem dan layanan yang akan terus mengikuti perkembangan. 

"Sebagai bank akan selalu terjadi permasalahan karena kita harus terus upgrade sistem. Di situ ada risiko gangguan internal eksternal termasuk kesulitan nasabah dalam memahami perubahan sistem," papar dia. 

Perubahan yang dilakukan perbankan harus dilakukan agar bank tidak ketinggalan dengan kondisi yang ada saat ini. Misalnya saja, karena pertimbangan protokol kesehatan, BCA pun melakukan kegiatan pameran secara daring dari yang sebelumnya dilakukan secara fisik. 

"Kita dengan Covid gak bisa jualan, akhirnya bisa membuat virtual expo dimana nasabah bisa eksplor. Kalau dulu expo harus secara fisik. Ini salah satu terobosannya," jelasnya.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading