Tsunami Jawa 20 Meter Berpotensi Terjadi Tak Lama Lagi

Tech - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
26 September 2020 19:20
The damage after the earthquake and tsunami is pictured in Palu, Central Sulawesi, Indonesia, October 1, 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah temuan baru mengenai potensi gempa dan tsunami telah diungkapkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung. Bekerja sama dengan ITB, riset itu menyebut bahwa gempa megathrust yang berada lempeng eurasia di Laut Lepas Jawa akan berpotensi menimbulkan tsunami setinggi 20 meter menuju daratan.

Pakar tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menyebut bahwa hasil riset dan penelitian penelitian ini pun membenarkan hal ini. Menurutnya, potensi tersebut sudah dihitung dari kajian-kajian yang telah dilakukan sebelumnya.

"Iya teman-teman dari BMKG dan ITB sudah meriset hal ini bahwa potensi ancaman gempa megathrust dan tsunami akan ada. Ini berada di zona subduksi selatan Jawa," kata Widjo saat dihubungi CNBC Indonesia, Sabtu (26/9/2020).


Mengacu pada katalog Wichman, Widjo mengungkapkan bahwa mungkin potensi gempa besar dan tsunami terjadi tidak akan lama lagi. Ini berdasarkan pengulangan 400-500 tahun gempa besar yang terjadi di zona subduksi selatan Jawa.

"Mungkin potensi gempa besar dan tsunami tidak terlalu lama lagi akan terjadi. Ini berdasarkan pengulangan 400-500 tahun gempa besar yang terjadi di zona subduksi selatan Jawa. Gempa bumi merupakan siklus, jadi mereka yang tinggal di pesisir harus siap dan berhati-hati saja," katanya saat ditanyai.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan kesiapan Indonesia menghadapi potensi megathrust sudah dari 2008. BMKG telah mengoperasikan Sistem Monitoring dan Peringatan Dini Tsunami untuk mengantisipasi dampak gempa bumi Megathrust seperti yang pernah terjadi di Aceh. Kala itu waktu tiba gelombang tsunami ke pantai terdekat kurang lebih 20 menit.

"Sistem yg dibangun tersebut dioperasikan dengan menggunakan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligent (AI) untuk menghitung secara cepat parameter gempa bumi, magnitudo dan lokasi hiposenter gempa bumi, yang kemudian secara otomatis dg pemodelan matematis dapat dihitung (diestimasi) potensi kejadian tsunaminya," kata Dwikorita saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (25/09/2020).

Dengan begitu dapat disebarluaskan secara otomatis Info kejadian gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami melalui BNPB, BPBD, Televisi, dan berbagai moda diseminasi informasi lainnya SMS, telepon atau fax, media sosial, aplikasi info BMKG. Sehingga dalam waktu 3-5 menit setelah gempa terjadi.

"Artinya, masih tersisa waktu sekitar 15-17 menit sebelum perkiraan datangnya gelombang tsunami untuk evakuasi," kata dia.

Meski demikian, dia menegaskan adanya Riset dan Sistem Peringatan Dini tersebut belum cukup untuk benar-benar melindungi masyarakat dari ancaman bahaya tsunami. Harus tetap ada kesiapan masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam merespons Peringatan Dini tersebut secara cepat dan tepat, bahkan dalam menyiapkan sarana prasarana evakuasi.

"Selain itu, masyarakat harus terus diedukasi supaya semakin aware terhadap bahaya gempa dan tsunami yang ada di wilayahnya," kata dia.

Dwikorita juga menjelaskan riset yang dilakukan merupakan multidisiplin data, ilmu, dan lintas instansi untuk mengkaji potensi gempa bumi terjadi di zona seismic gap pada sumber gempa Megathrust Selatan Jawa. Selain itu juga memodelkan dampak gempa bumi Megathrust tersebut berupa ketinggian gelombang tsunami di pantai selatan Jawa.

"Jadi pada area seismic gap di zona sumber gempa Megathrust ini dijadikan sebagai input dalam pemodelan tsunami dengan menggunakan beberapa skenario; skenario 1 jika hanya segmen Megathtust selatan Jawa Barat saja yang pecah," katanya.

Skenario 2 jika hanya segmen Megatrust selatan Jawa Timur saja yang pecah, lalu skenario terburuknya jika kedua segmen ini pecah bersamaan bisa menghasilkan magnitudo Mw 9,1. Berdasarkan pemodelan tersebut dapat menyebabkan tsunami dengan ketinggian maksimum 20 meter di selatan Jawa bagian Barat (lebih tepatnya di selatan Banten) dan 12 meter di selatan Jawa Timur, dengan ketinggian tsunami rata-rata 4,5 meter.

"Dari hasil riset tersebut waktu datangnya gelombang tsunami sekitar 20 menit," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading