Siap-siap! Ini Tren Transaksi Daring di Era New Normal

Tech - dob, CNBC Indonesia
11 July 2020 00:00
Ramai-ramai Pakai Nontunai/Bank Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia-  Pandemi covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam bertransaksi. Pasalnya, dengan kondisi yang ada masyarakat menjadi semakin berhati-hati dan memilih untuk melakukan transaksi keuangan yang bersifat low physical contact. Itulah mengapa tren bertransaksi daring dan belanja online kian diminati terutama sejak adanya aturan physical distancing/kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah.

Sebab, transaksi daring memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi pembelanjaan/pembayaran dari rumah tanpa perlu berinteraksi langsung dengan penjual.  Transaksi daring sebelum masa pandemi covid-19 memang sudah dikenal masyarakat dengan pertumbuhan yang cukup progresif sejak pertama kali diperkenalkan. Namun, kondisi protokol kesehatan dan anjuran physical distancing mengakselerasi hal tersebut lebih cepat lagi.

Peningkatan yang signifikan pada transaksi e-commerce, terutama terjadi pada belanja untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk makanan/minuman yang biasa diantar langsung ke masyarakat (delivery). Hal itu terkonfirmasi oleh data jumlah transaksi e-commerce, baik itu dari sisi nominal maupun volume yang terus bertumbuh yang sejalan dengan peningkatan kebutuhan telekomunikasi, seperti kuota internet dan maraknya voucher promo makanan layanan antar.


Tengok saja data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang menyebutkan penggunaan internet menunjukkan peningkatan hingga 40%. Selain itu, akses yang biasanya didominasi dari kawasan perkantoran kini didominasi dari kawasan pemukiman.

Temuan itu sejalan dengan hasil survei Mckinsey yang menyebutkan 34% orang Indonesia semakin sering belanja makanan secara daring. Sebanyak 30% lainnya mengaku semakin sering belanja kebutuhan rumah via daring. Uniknya, 72%-nya mengaku akan tetap membeli kebutuhan sehari-hari melalui daring meski sesudah covid-19.

Metode pembayaran dengan uang elektronik (UE) dan transfer bank menjadi metode yang paling banyak digunakan dalam transaksi e-commerce. Perubahan tersebut mampu menstimulus sektor bisnis, khususnya UMKM dalam menggunakan transaksi digital dan mendapatkan kesempatan merangkul pasar yang lebih luas.

Inovasi produk merupakan keharusan bagi UMKM untuk menangkap peluang pasar yang ada seiring dengan memperkuat keberadaannya di berbagai platform digital dalam mendukung usahanya.

Hingga saat ini tercatat sudah 330 UMKM binaan Bank Indonesia yang berhasil melakukan onboarding ke platform e-commerce dengan didominasi UMKM sektor industri pengolahan.

Seiring berkembangnya transaksi pembayaran melalui daring, Bank Indonesia menyadari perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan digital masyarakat. Edukasi ini menjadi penting untuk menghindari berbagai ancaman modus penipuan dalam transaksi daring.

Ada beragam modus penipuan dalam transaksi daring, dengan yang paling banyak dilakukan menggunakan malware dan phising.

Malware adalah teknik pem-bobolan rekening internet banking dengan memanfaatkan software jahat (malware) yang telah menginfeksi browser internet nasabah.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk menghindari adalah dengan menggunakan komputer/gadget pribadi dan jaringan yang terpercaya untuk mengakses layanan internet banking.

Sebaiknya hindari penggunaan komputer publik, seperti wifi publik di kafe atau toko di pusat perbelanjaan. Pema-sangan antivirus terkini juga dapat meminimalisir potensi bahaya malware.

Selain itu, sebaiknya juga hindari akses ke dan/atau mengunduh file dari alamat web yang tidak terpercaya. Selain itu waspadai permintaan informasi yang tidak wajar, misalnya permintaan untuk memasukkan kode token melalui layar pop up.

Bila memang ada notifikasi dari bank terkait transaksi tidak dikenal sebaiknya langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi call center resmi bank terkait.

Teknik penipuan phishing atau tindakan memancing pengguna untuk mengungkapkan informasi rahasia dengan cara mengirimkan pesan penting palsu, dapat berupa e-mail, website, dan lain-lain.

Bank Indonesia pun menyarankan kepada masyara- kat agar jangan pernah menempatkan informasi sensitif melalui e-mail.

Masyarakat harus mengetahui bahwa bank/penerbit UE tidak akan meminta informasi sensitif melalui e-mail atau sarana elektronik lainnya yang tidak aman. Misalnya, dengan tidak mengklik link apapun pada e-mail yang terindikasi phishing maupun mengunduh lampiran karena dapat berisi virus/malware yang dapat mencuri data sensitif.

Jangan juga memasukkan user ID dan password pada suatu halaman web yang terbuka otomatis (pop up) atau dari link.

Selain itu, Bank Indonesia juga mengimbau agar masyarakat melakukan transaksi pada situs belanja online yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi baik serta dilengkapi dengan fitur keamanan bertransaksi. Pastikan juga kredibilitas dari merchant/seller yang dapat dilihat dari jumlah transaksi, rating dan feedback atau testimoni yang diperoleh dari masyarakat lainnya.

Bank Indonesia juga menyarankan agar masyarat mempelajari syarat dan ketentuan dalam melakukan tran- saksi dalam situs, termasuk layanan purnajual dan kontak layanan pengaduan sehingga apabila terdapat permasalahan konsumen tahu ke mana harus menyampaikan pengaduan.

Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan, masyarakat diimbau untuk mengganti password akun secara berkala dan mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta memperbarui data secara berkala, khusus nya untuk nomor kontak yang dapat dihubungi.

Jangan lupa untuk selalu menyimpan bukti transaksi pembayaran belanja online. Jika perlu simpan seluruh detil transaksi barang yang sudah dibeli, termasuk deskripsi produk dan harga serta bukti pembayaran.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading