Pak Menhub, Grab & Gojek Bisa Bawa Penumpang di New Normal?

Tech - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
03 June 2020 16:03
Driver Ojek online menunggu penumpang di kawasan Stasiun Pal Merah Jakarta, Selasa (10/3). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan kenaikan tarif ojol. kenaikan tarif mulai 16 Maret 2020 berkisar antara Rp 150 hingga Rp 250 per kilometer (km). Kenaikan ini disambut baik oleh driver Gojek, Haryanto 35 tahun saat ditemui di pangkalan gojek Stasiun Pal Merah mengatakan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah, ojek online (Ojol) seperti Grab dan Gojek tidak lagi diperkenankan mengangkut penumpang. Menyongsong rencana pemerintah menerapkan new normal, maka angin segar berhembus bagi para driver Ojol.

Kendati begitu, tampaknya belum ada kepastian kapan Ojol boleh angkut penumpang lagi. Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani memilih irit bicara ketika diminta keterangan terkait hal tersebut 

"Nanti dibahas dulu, karena ujungnya kan harus dapat rekomendasi Gugus Tugas. Kita akan bahas nanti," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/6/20).


Kendati belum pasti kapan Ojol boleh angkut penumpang, Kemenhub tetap merumuskan sejumlah skenario. Skenario operasional Ojol angkut penumpang ini dirancang berdasarkan sejumlah indikator.


"(Berdasarkan) zonanya, kan ada zona merah, zona hijau. Dan waktu, kan ada fase-fasenya (di new normal)," bebernya.

Asal tahu saja, driver ojek online seperti Grab dan Gojek sudah mempersiapkan diri memasuki new normal atau tatanan hidup baru di era pandemi virus corona Covid-19. Caranya dengan membuat protokol kesehatan ketika membawa penumpang.

Salah satu kebijakan new normal ojek online bila diizinkan membawa penumpang lagi adalah meminta penumpang membawa helm sendiri.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pada Maret lalu pihaknya telah menerbitkan protokol kesehatan bagi para pengemudi dan imbauan agar penumpang membawa helm sendiri.

"Untuk memasuki fase baru pandemi Covid-19 Garda juga tengah menyiapkan dan siap menerapkan basic hygiene bagi para pengemudi ojol maupun pengguna jasa ojol sebagai penguatan protokol kesehatan sebagai preventif," ujar Igun Wicaksono dalam keterangan pers, seperti dikutip CNBC Indonesia Selasa (2/6/2020).

Basic hygiene merupakan langkah preventif Garda dalam ketika ojol bawa penumpang di new normal, di mana apabila ojol sudah diperbolehkan membawa penumpang, maka diharapkan penumpang mendapatkan layanan ojol yang bersih dan higienis optimal.

Berikut Basic personal hygiene driver ojol:
  1. Driver ojol membawa sabun cair yang mengandung antiseptik untuk rajin mencuci tangan
  2. Driver ojol membersihkan diri (mandi) secara rutin menggunakan sabun antiseptik minimal 2 kali sehari
  3. Mencuci atribut ojol, masker, sarung tangan dan pakaian setelah digunakan untuk kegiatan dengan menggunakan deterjen atau jika perlu menambahkan disinfektan
  4. Driver ojol jika membawa hand sanitizer untuk menjaga sterilisasi tangan
  5. Menjaga kebersihan penampilan fisik.

"Garda juga sudah siapkan partisi sebagai sekat antara driver dengan penumpang sebagai salah satu bagian dari protokol kesehatan tambahan selain penumpang membawa helm sendiri," ujar Igun.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading