Investasi Saham Ambyar, Beda dengan 'Emas Digital' Bitcoin

Tech - Herdaru Purnomo & Roy Franedya, CNBC Indonesia
18 May 2020 17:03
Oscar Darmawan, CEO Bitcoin.co.id
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kakap Wall Street Paul Tudor Jones telah mengalihkan 2% aset yang dikelolanya ke Bitcoin. Alasannya Bitcoin merupakan instrumen spekulasi yang baik. Apakah langkah ini perlu diikuti untuk masuk ke Emas digital Bitcoin?

Bagi para penggemarnya Bitcoin disebut sebagai emas digital. Mereka menganggap Emas dan Bitcoin memiliki kesamaan, kedua merupakan instrumen save haven atau instrumen yang relatif aman ketika ada goncangan.


Menurut CEO Indodax, platform jual-beli cryptocurrency, Oscar Darmawan, dalam berbagai krisis yang pernah terjadi Bitcoin selalu menunjukkan performa yang bagus. Mulai dari kriri Cyprus hingga Ketegangan Semenanjung Korea.


Bahkan di era wabah virus corona Covid-19 ini, investor Bitcoin sudah cuan Rp 42 juta dari awal tahun. Apalagi 12 Mei lalu ada halving day di mana biaya penambangan diturunkan sehingga Bitcoin semakin efisien biayanya dan pasokan dikurangi di tengah permintaan yang tinggi yang menjamin adanya kenaikan harga dalam jangka panjang.

"Fenomena ini [investor saham pindah ke Bitcoin] sepertinya sudah terjadi setiap kali terjadi krisis ekonomi. Investasi saham adalah investasi yang paling terdampak karena corona maupun krisis ekonomi seperti ini. Karena pergerakan saham sangat bergantung dengan kebijakan fiskal masing-masing negara dan kebijakan ekonomi global. Oleh karena itu banyak terjadi saat krisis ekonomi begini investor mengalihkan aset mereka ke safe haven aset class seperti Bitcoin maupun emas," ujar Oscar kepada CNBC Indonesia, Senin (18/5/2020). 

"Sudah terbukti beberapa kali Bitcoin sebagai safe haven aset class membantu banyak masyarakat seluruh dunia mengamankan asetnya pada saat terjadi krisis ekonomi seperti sekarang. Kondisi ini biasanya terus berlanjut hingga nanti ekonomi seluruh dunia stabil kembali dan uang kembali memasuki pasar saham kembali."


Oscar menambahkan hal menarik dari kripto seperti Bitcoin harganya selalu naik turun jadi kesempatan untuk cuan selalu ada di sepanjang hari dan sepanjang tahun karena jenis kripto juga banyak. Kenaikan harga Bitcoin sendiri dari sejarah selalu terjadi secara bertahap. Ada saat-saat harga murah maupun harga mahal.


"Kalau melihat dari harga tertinggi Bitcoin sebelumnya yang sampai hampir 300 juta dirasa harga sekarang cenderung murah karena itu berarti berpotensi harga Bitcoin bisa berpotensi kembali ke harga tertingginya kembali," terangnya.


[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading